Dzanur Roin, ilustrasi oleh RDS/ PIJARNews.ID.

PIJARNews.ID – Berangkat pagi-pagi, sampai sarapan pun tak sempat, akhirnya mbontot alias membawa bekal sebagai salah satu solusi. Pulang sore hari, terkadang sampai malam ketika anak-anak sudah asyik dengan mimpinya.

Sebenarnya apa yang dicari, dikejar siang dan malam, adalah untuk membahagiakan keluarga, tentunya semuanya berupa materi. Uang sudah pasti, di dunia mana yang tidak butuh uang. Segala sesuatunya perlu uang, bahkan buang jahat pun harus bayar.

Tapi ingat, ada sesuatu yang tak bisa tergantikan dengan uang. Semua ada masanya, tinggal bagaimana kita bisa memanfaatkan masa itu dengan sebaik-baiknya.

Sesibuk apapun pekerjaan kita, keluarga tetaplah yang utama. Tinggal bagaimana kita membaginya agar semuanya mendapatkan haknya yang sama. Bercengkerama dan bermain bersama anak itu penting sekali, sebagai sarana latihan berkomunikasi, bersosialisasi maupun pendidikan psikologi.

Capek!!!. Sudah pasti. Setelah kerja seharian belum lagi beban pekerjaan yang tak kunjung tuntas. Amarah atasan masih terlintas sehingga badan terasa lemas. Tapi hal semacam itu tak usah dibawa pulang, lupakan sementara, lanjutkan dihari berikutnya.

Anak-anak itu butuh bermain dengan kita, untuk mendekatkan jiwa dengan jiwa, hati dengan hati, raga dengan raga agar nasehat mudah didengarkan dan teladan mudah dicontoh. Tak harus keluar jalan-jalan ke mall atau ke tempat wisata, cukup temani dia bermain, lihatlah cara dia bermain dan ikutlah bermain. Anak pasti akan senang karena mendapat perhatian dari kita. Ajaklah berbicara, pura-pura bertanya cara bermain walaupun kita sudah tahu.

BACA JUGA :  Anak sebagai Aset Kehidupan Akhirat

Kalau dia belajar, dampingilah, duduklah di sebelahnya, kalau perlu ikutlah belajar juga. Apakah dengan membaca atau menulis. Kalau anda mampu pandulah mereka dalam belajar, kalau ada kesulitan jangan ragu untuk menunjukkan. Setelah semua selesai jangan lupa berikan pujian. Baik berupa ucapan ataupun dalam bentuk-bentuk yang lain. Tidak harus selalu dengan benda dan hadiah, tapi dengan sentuhan tangan itulah yang di sebut dengan belaian kasih sayang.

Rumah kacau dan berantakan, jangan jadikan alasan untuk malas menemani anak-anak bermain. Justru berantakan karena mainan anak-anak kita itu tandanya ada kehidupan dan kegiatan dalam keluarga. Dan itu menurut ilmu pendidikan sangat bagus untuk perkembangan, tentunya sesuai dengan usia anak-anak kita.

Semoga kita semua diberi kemudahan dalam mendidik, membimbing, merawat, mengasuh dan membesarkan putra-putri dalam suasana yang tenang, tentram, senang, dan bahagia. Selalu dalam lindungan-Nya. Dan kelak putra-putra kita menjadi anak yang solih dan solihah, menjadi generasi yang menyejukkan mata dan menjadi jariyah kita saat kita meninggalkan dunia ini.

(Penulis adalah Guru SDM 12 Kota Surabaya).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here