Amalia Utami, ilustrasi oleh RDS/ PIJARNews.ID).

Aku katakan Ibu adalah guru kehidupan
Profesi yang jasanya tak bisa dinominalkan
Meski tak mengerti ilmu managemen
Tapi ia dengan lihai membagi waktu 24 jam

Meski tak mengenal rumus ekonomi
Tapi ia mampu mengelola rupiah rezeki suaminya
Jika disandingkan dengan berbagai profesi apapun
Profesi ibu patut diacungi jempol, sangat multitasking

Bagaimana tidak?
Dirumah segala ketrampilan mampu ia lakukan
Merawat rumah, mendidik anak, belanja, merawat suami, hingga sebagai koki handal bagi keluarga
Masakannya selalu bikin kangen

Bahkan hal sekecil apapun yang umumnya tak terlintas pada laki-laki (suami)
Ibu tak pernah melewatkannya
Ia bagai alarm dan jadwal pengingat, yang setiap hari mengiringi kehidupan anak dan suaminya
Disetiap waktu ia seolah berbunyi dengan tepat
“Segera bangun sudah siang, segera sholat, segera mandi, segera cuci baju selagi cuaca panas, jangan lupa angkat jemuran, jangan lupa ini itu..”

Seperti mesin otomatis yang tak kenal bosan
Bahkan pada situasi tertentu, ia mampu menjadi motivator handal
Karena apapun yang ia katakan, akan selalu bikin tenang
Selalu menjadi petuah untuk anak perempuan dan laki-lakinya

Soal kesabaran, ketelitian dan segala kelembutannya selalu bikin nyess..
Bukankah ia manusia hebat?
Bahkan ada yang merelakan tidak berkarir diluar demi keluarga
Yang rela berlelah-lelah bangun pagi demi keluarga

Selalu rela riweh demi keluarganya
Dari deretan kesibukan Ibu, masihkah kita menyebut ia yang berkarir dirumah adalah pengangguran?
Tentu tidak bukan?
Semoga kita bisa belajar dari Ibu.

BACA JUGA :  Melirik Tagar JSR

(Penulis adalah Mahasiswi Pascasarjana UINSA Surabaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here