Foto bersama usai pelatihan mengurus jenazah oleh KM3 Surabaya. (Daffa/ PIJARNews.ID).

SURABAYA, PIJARNews.ID – Merawat jenazah merupakan hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. Dalam agama Islam, salah satu kewajiban muslim dengan muslim lainnya adalah merawat jenazah. Namun bagaimana jika di dalam masyarakat, masih banyak praktek perawatan jenazah, yang dilakukan menurut kebiasaan dan adat yang berlaku.

Perawatan jenazah merupakan hak si mayat dan kewajiban bagi umat Islam. Kenyataan di lapangan, masih banyak juga umat Islam yang belum mengetahui bagaimana tata cara mengurus jenazah. Bahkan ada sebagian masyarakat saat melakukan perawatan jenazah, masih berbau bid’ah dan menyimpang.

Menilik latar belakang tersebut, Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah (KM3) Surabaya berinisiatif mengadakan pelatihan perawatan jenazah. Pelatihan ini merupakan yang pertama kali didakan. Bertempat di Masjid Salman Al Farisi Jl. Sutorejo No. 11, Jumat (17/1/2020) ba’da Shalat Maghrib.

Ketua pelaksana kegiatan, Ainul Yakin menjelaskan, “Pelatihan semacam ini perlu untuk dilakukan, mengingat masyarakat ketika keluarganya meninggal, sebenarnya ingin agar yang mengurus dari pihak keluarga. Namun banyak yang kurang mengetahui bagaimana tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam”, tuturnya.

Pelatihan perdana ini mendapat apresiasi positif dari jamaah, khususnya dari Ta’mir Masjid Salman Al-Farisi, Ustaz Mustaqim mengatakan jika jarang sekali kalangan mahasiswa mau untuk melakukan pelatihan semacam ini. “Namun, berbeda dengan mahasiswa dari Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah, yang mau untuk terjun langsung ke masyarakat”, ujarnya.

Sedangkan pemateri dari pelatihan ini, disampaikan oleh Fakhrudin Lubis, Ketua Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah Kota Surabaya. Ia menjelaskan kepada jamaah tentang proses perawatan jenazah mulai dalil dan teori sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah. Selanjutnya disambung praktek secara detail dihadapan jamaah.

BACA JUGA :  Intra Publik Paparkan Dana Kelurahan di Surabaya yang Belum Terealisasi

Dibantu juga relawan untuk menjadi media pelatihan, menjadikan pelatihan ini cukup menarik. Jamaah memperhatikan penjelasan dari pemateri, tentunya dengan tanggapan dan respon bermacam-macam dari para jamaah. Mengingat latar belakang mengenai prosesi perawatan jenazah, yang dilakukan dalam masyarakat memang berbeda.

Merawat jenazah merupakan salah satu tuntunan syariat Islam yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Menurut Fakhrudin, ”Nabi Muhammad memang tidak memberikan aturan yang rinci, tetapi hanya berisi ketentuan umum saja. Guna mempermudah kita umat Islam untuk mengembangkannya sendiri di tengah masyarakat, dengan budaya yang berbeda-beda. Namun, secara khusus Nabi Muhammad SAW, telah memberikan rambu-rambu mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan”, terangnya.

Dari pelatihan ini, diharapkan bisa memberi efek pada praktek pengurusan jenazah sesuai rambu-rambu yang diajarkan Nabi. Mulai dari memandikan, mengkafani, menshalatkan, sampai dengan menguburkan.

Pelatihan perawatan jenazah ini, kedepan tidak dilakukan hanya sekali saja, mengingat hal ini sudah menjadi agenda kegiatan dari Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah Kota Surabaya. “Kegiatan ini akan dilakukan secara rutin dan berkesinambungan. Tentunya dilakukan secara bertahap dan menyeluruh di berbagai Masjid Surabaya. Sehingga nantinya seluruh umat Islam di Surabaya bisa paham dan mengerti bagaimana prosesi perawatan jenazah yang sesuai dengan syariat islam”, imbuh Ainul Yakin.

Reporter: Daffa SP | Editor: Suhartatok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here