PIJARNEWS.ID, Berdiam di pantai tsunami menyambut, berlari ke gunung, erupsi Merapi menjumpai, ke dataran rendah gempa bumi menanti, menyusuri sungai, banjir kerap menghampiri. Beginilah hidup kami rasakan di bumi Pertiwi.

Ya Allah. Kami menyaksikan bahwa kedatangan maut tak kenal waktu, usia, tempat, dan alasan. Jika telah tiba waktunya, dimana pun, kapanpun, kematian itu akan menemui kita.

Malam tadi, kabar duka itu kami terima di sekitaran selat Sunda. Korban berjatuhan. Ada yang meninggal, ada yang masih hilang, dan korban luka-luka. Kerugian material mengikuti.

Ya Rabb, pencipta dan pengatur alam semesta. Berikan bangsa kami, pemimpin kami kekuatan iman, kekuatan mental, kekuatan raga untuk menghadapi ujian demi ujian yang Engkau berikan. Belum usai rasanya duka Lombok dan Palu dari memori kami. Air mata tangis duka di sana belum hilang kami hapus dari pelupuk mata. Kini ujian keimanan dan kesabaran kami terima kembali.

Ya Allah, berikan kami kekuatan untuk selalu bertaubat, berserah diri, dan memperbaiki akhlak agar kami dapat kembali menemui-Mu dalam keadaan Huznul Khotimah.

Keluarga, sahabat, seluruh rakyat Indonesia, tetaplah senantiasa memupuk kesabaran, memompa semangat hidup, dan menguatkan tali solidaritas kemanusiaan hakiki. Mari kita jadikan ujian demi ujian ini sebagai modal sosial untuk membangun kesatuan bangsa.

Oleh: Nugroho Noto Susanto (*) Pegiat Kajian Kebon Jambu

BACA JUGA :  Puisi Kebhinekaan, Atas Nama Toleransi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here