Elfi Anis saat menyampaikan materi. (Tyo/ PIJARNews.ID).

MALANG, PIJARNews.ID – Bertepatan dengan hari gizi nasional, Mahasiwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 11 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), memberikan penyuluhan gizi untuk pencegahan stunting bagi kader posyandu dan masyarakat Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Sabtu (25/01/2020).

Penyuluhan yang diinisiasi mahasiswa/i KKN ini dilaksanakan di Balai Desa dan diikuti oleh puluhan kader posyandu serta masyarakat, khususnya ibu hamil dan anak balita. Sekitar pukul 8.30 WIB penyuluhan dimulai dengan materi pertama tentang penanganan pertama stuning oleh Alfi Afifa At-Thakhira , praktisi kesehatan dan apoteker.

Menurut Alfi, penyuluhan ini merupakan kolaborasi yang luar biasa. “Sangat baik, karena memang fokus dari kami tenaga kesehatan terutama kami para praktisi, pengetahuan stunting masih sangat rendah, kolaborasi yang sangat baik juga dilakukan antara saya tenaga kesehatan apoteker dan bu Elfi tenaga kependidikan atau akademisi,” tutur Alfi.

Ia juga berharap ilmu yang didapat mampu disebarkan dengan baik oleh para kader, “Harapannya kader-kader bisa menyebarkan ilmu yang mereka dapatkan hari ini baik dari saya maupun bu Elfi, serta semakin menyadari bahaya Stunting sendiri, karena sebagai ibu, merekalah nyawanya keluarga, haruslah menyadari masalah kesehatan dan potensi untuk menjaga kesehatan gizi keluarga,” jelasnya.

Elfi Anis Saati, dosen fakultas Pertanian dan Peternakan UMM yang diundang untuk menyampaikan materi ke dua tentang gizi yang tepat untuk ibu hamil dan balita mengaku senang dengan antusiasme masyarakat dan bisa membagi pengetahuannya.

BACA JUGA :  Dekan FK UMM, dr. Meddy Setiawan: Virus Corona Harus Diwaspadai

“Saya menilai ibu-ibu sangat antusias, sedikit banyak sudah mengenal program-program kesehatan yang ada, dan bagaimana upaya perbaikan gizi keluarga, yang belum banyak mereka dengar, bagaimana bisa mengolah pangan dari sekitar rumah kita sendiri sehingga baik untuk gizi keluarga,” tutur wanita yang akrab disapa Bu Elfi itu.

Elfi juga mencoba memberikan arahan kepada masyarakat desa untuk mengolah dan memilah makanan dengan baik untuk keluarga dengan bahan-bahan yang berasal dari sekitar tempat tinggal kita.

“Sempat saya tanya, yang banyak di daerah sini adalah padi, jagung, terong dan tebu, jangan monoton dalam memberi makanan bisa diolah menjadi nugget, agar-agar, bubur, dan lain-lain. Supaya kreasi pengolahan meningkat dan menjadi penghasilan juga,” pungkas wanita berusia 53 tahun itu.

Tujuan penyuluhan ini sebagaimana disampaikan oleh Jamran, koordinator desa KKN 11 UMM, dilakukan untuk memberikan wawasan kepada kader posyandu Desa Senggreng terkait dengan bahaya Stunting, dan permasalahan gizi pada anak.

Reporter: Prasetyo Lanang
Penulis: Prasetyo Lanang
Editor: Agiel LP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here