Santri KB-RA Tapas Al-Falah saat makan sore pada kegiatan kemah. (Dzanur Roin/PIJARNews.ID)

SURABAYA, PIJARNews.ID –  Kelomok Bermain Raudatul Athfal Taman Pendidikan Anak Sholih (KB-RA Tapas) Al-Falah yang beralamat di Jl. Semarang No 33A Surabaya, mengajak murid-muridnya berkemah di halaman sekolah dengan tema Lets Camp 2020, Selasa (11/02/2020).

Kegiatan ini berlangsung dihalaman sekolah selama dua hari. Mulai hari Senin dan Selasa bergantian dengan murid TK A dan TK B. Acara dimulai setelah Sholat Dhuhur sampai malam hari pukul 20.00 WIB.

Pada kegiatan ini, murid-murid diajari tentang tanggung jawab, disiplin dan kerja sama. Bentuk tanggung jawab yang harus dikerjakan adalah menaruh barang-barang pada tempatnya seperti menaruh sepatu pada tempatnya. Bentuk disiplin yang di ajarkan adalah mengikuti kegiatan dengan tepat waktu.

Seperti ketika waktunya Sholat, seluruh murid harus melaksanakan Sholat berjamaah yang dipandu oleh ustazah. Begitupun juga ketika waktu makan sore, seluruh siswa harus makan dengan tertib dan bersih.

Dalam mendidik kerja sama, seluruh siswa KB-RA Tapas Al-Falah dibagi dalam beberapa kelompok untuk bermain, seperti permainan kecepatan dan ketepatan dalam memasukan air kedalam botol. Pada kegiatan ini seluruh siswa sangat antusias mereka bersaing untuk menjadi yang terbaik.

Salah satu ustazah KB-RA Tapas Al-Falah, Ainun Fina mengatakan, “Tujuan dari kegiatan ini adalah menjadikan santri Tapas Al-Falah bisa mandiri, melakukan aktifitas dengan sendirinya tanpa bantuan dari orang tua. Seperti merapikan barang pribadi dan perlengkapan makan yang dibawa,” terangnya.

BACA JUGA :  PSA HW MIM 3 Jogoroto Jombang, Melatih Kedisiplinan dan Berupaya Menanamkan Rasa Nasionalisme Indonesia

Pada akhir acara, seluruh santri KB-RA Tapas Al-Falah membuat lingkaran besar untuk menyaksikan api unggun yang disiapkan para ustazah, dengan cara memasukkan kayu ke dalam sebuah drum kecil, kemudian dinyalakan.

“Sambil menyaksikan api unggun, para santri kita ajak merenung tentang jasa seorang ibu yang telah mengandung, melahirkan dan merawat kita semua sampai kita menjadi besar,” ujar ustazah Fina, sapaan akrab dari Ainun Fina.

Salah satu santri yang bernama Rooney, menjadi sangat terharu dengan renungan malam tersebut, hingga terlihat meneteskan air mata. Saat ditanya oleh ustazahnya “kenapa menangis?”, Rooney menjawab karena ingat mama.

Reporter: Dzanur Roin Penulis: Dzanur Roin Editor: Afrisky A

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here