Dzanur Roin, ilustrasi oleh RDS/ PIJARNews.ID.

PIJARNews.ID – Namamu selalu diingat oleh guru, atau barangkali kamu sering dimintai tolong oleh gurumu?. Misalnya saja membantu membawakan buku ke meja kerjanya, atau kamu disuruh menulis dipapan tulis dan kemudian mengambilkan absen, atau apapun itu yang jelas guru sering meminta bantuaanmu.

Berbahagialah kalau begitu, karena gurumu telah mengenalmu dan mungkin sudah mengetahui kelebihanmu. Bagi seorang guru menghafal nama murid-muridnya itu tidak mudah, alias sulit dan bisa dikatakan tidak gampang.

Bayangkan saja dalam satu kelas biasanya terdapat nama yang jumlahnya puluhan, itu baru satu kelas. Bagaimana dengan yang satu sekolahan?. Bisa ratusan bahkan mungkin ribuan. Tapi itulah hebatnya guru walaupun tidak hafal satu persatu nama siswanya setidaknya bisa menyebutkan nama panggilanmu.

Apa pentingnya sebuah nama. Nama itu adalah identitas yang menunjukkan siapa kamu, siapa dia, kamu siapa, dan dia siapa. Selain sebagai identitas, nama juga merupakan panggilan. Gimana kalau kamu gak punya nama terus dipanggil siapa. Atau barangkali nama kalian sama semua, terus gimana menyebutkannya dengan julukan. Julukan juga termasuk nama, karena untuk menyebutkan sesuatu.

Kembali kepada guru dan kelas. Kalau kalian biasa-biasa saja, katakanlah tidak punya prestasi, gak pintar-pintar banget maka namamu tidak akan terkenal.

Atau barangkali kamu nakal, dikelas terkenal dengan sifat jelekmu, misalnya saja kamu dikelas tiduran, kalau ada tugas jarang mengerjakan dan kalaupun mengerjakan pasti dapat nilai pas-pasan saja. Alias secara tidak langsung kamu mendapatkan nilai sedekah dari gurumu.

BACA JUGA :  Kamar Kost Kecil Pencetak Para Tokoh Besar

Bagi seorang guru ada dua tipe jenis murid yang paling mudah diingat dan dihafal, yaitu murid yang paling pandai dan murid yang paling nakal. Keduanya memiliki ciri khusus tapi beda rasa. Kedua-duanya memiliki kesamaan yaitu sama-sama mudah diingat. Yang satu ingat karena kepandaiannya dan yang satu ingat karena kenakalannya.

Jadi bagi kalian kalau ingin diingat dan namanya mudah dihafal oleh guru, kalian boleh pilih salah satu tapi pilihlah yang terbaik, agar mendapatkan doa yang terbaik.

Terus apa yang keduanya tidak baik?. Baik, hanya saja memiliki pengertian yang berbeda. Selama kalian masih sekolah kenakalan kalian hanya dinilai sebagai kenakalan remaja yang butuh eksistensi dan pengakuan bahwa keberadaanya harus diakui. Hanya itu saja kok, kenalakan yang perlu diarahkan agar sesuatu yang negatif menjadi sesuatu yang positif.

So, kalau kau tak pandai dan pintar maka jangan nakal, cukup jadi orang yang baik saja. Syukur-syukur kau menjadi orang yang pintar juga pandai bergaul, pasti semua orang suka dan sayang kepadamu. Tidak hanya guru-gurumu tetapi kawan-kawanmu bahkan termasuk juga musuh-musuhmu. Jikalau kau punya musuh, tapi menurutku orang baik tidak punya musuh kok. Karena bagi orang baik seribu teman lebih sedikit daripada satu orang musuh.

(Penulis adalah Guru di SD Muhammadiyah 12 Surabaya/SDM dubes, dan alumni pondok pesantren Maskumambang, Kecamatan Dukun, Kabupaten gresik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here