Sartono terlihat bahagia melihat kepulangan putrinya dengan selamat. (Leocadio/PIJARNews.ID)

LAMONGAN, PIJARNews.ID – Setelah enam bulan menempuh kuliah S2 di kampus “Normal University Tiongkok”, Distrik Hongshan Wuhan, Cina. Ayu Winda Puspita Sari mahasiswi asal Lamongan terpaksa pulang ke kampung halamannya, dan terlebih dahulu menjalani karantina beberapa minggu di Natuna, Indonesia karena penyebaran virus Corona, pada Minggu (16/2/2020).

Kepulangan Ayu Winda Puspita Sari dari Wuhan disambut tangis haru keluarga. Salah satunya diungkapkan oleh Sartono, Ayah Winda yang tidak bisa menyembunyikan rasa kebahagiaannya saat putrinya bisa kembali lagi ke Indonesia. “Alhamdulillah bersyukur sekali anak saya datang ke Lamongan juga dalam keadaan sehat,” ungkap Sartono, ketika ditemui dirumahnya, Minggu, (16/2).

Suami dari Mariyana Rohmah ini mengaku kerap menangis haru disela-sela sesi wawancara dengan sejumlah awak media di kediamannya di Jalan HOS Cokroaminoto, Kabupaten Lamongan. “Senang sekali mas bahagia anak saya sudah datang ke Indonesia,” ujar Sartono bercerita.

Saat di kota tempat Winda menempuh kuliah terserang virus Corona, keluarganya mengaku selalu cemas dan khawatir akan nasib keselamatan anaknya di sana. Terlebih ketika berita di televisi yang menayangkan kondisi sejumlah Warga Negera Indonesia (WNI) yang berada di Wuhan kekurangan stok makanan, dan terisolasi di dalam kamar asrama mahasiswa.

Berharap dengan cemas, Sartono setiap hari terus berkomunikasi dengan sang anak. “Tidak henti-hentinya telpon itu mas kalau pulsa habis beli lagi,” tuturnya.

BACA JUGA :  Zona Merah Sekaligus Banjir, MCCC Ini Gerak Bagikan Masker serta Paket Sembako

Keluarga pada akhirnya sedikit lega saat Pemerintah Republik Indonesia berhasil melakukan pemulangan 238 WNI pada 2 Februari 2020 lalu, dari Bandar Udara Internasional Tianhe, Tiongkok menuju Bandara Hang Nadiem, Batam. “Alhamdulillah, Winda dan ratusan WNI menjalani karantina, sebelum akhirnya dikembalikan ke daerah masing-masing. Dan saat di Natuna, rasa cemas saya sedikit berkurang,” tutupnya.

Reporter: Leocadio Failasufa Penulis: Leocadio Failasufa Editor: Afrizky Fajar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here