Ustaz Abu Hasan saat menyampaikan tausyiah. (Esti/PIJARNews.ID)

BANYUWANGI, PIJARNews.ID – Pengajian rutin Ahad Pagi bernama Kanzul Ulum Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Purwoharjo pada kesempatannya mengundang Ustaz Abu Hasan sebagai pembicara, Ahad (16/2/2020).

Ustaz Abu Hasan menyampaikan beberapa poin penting dalam tausyiahnya, salah satunya menyerukan dalam menjalani kehidupan, manusia tidak boleh cepat puas dengan kebaikan yang sudah dilakukan. “Karena kita tidak pernah tau amalan atau kebaikan mana yang akan menghantarkan kita ke jannatun na’im,” tuturnya.

Ustaz selanjutnya menceritakan kisah kepada jamaah tentang salah satu sahabat Rasulullah SAW, yaitu Abdullah Bin Ummi Maktum. Seorang tunanetra yang tidak mudah menyerah dengan keadaannya. “Abdullah Bin Ummi Maktum ini tidak pernah meninggalkan sholat berjamaah di masjid. Ia juga merupakan salah satu muadzin Rasulullah selain Bilal,” paparnya.

Jamaah laki-laki. (Esti/PIJARNews.ID)

Lebih dalam, Ustaz Abu Hasan juga menjelaskan bahwa Abdullah Bin Ummi Maktum juga termasuk salah satu sahabat yang ikut hijrah bersama Rasulullah ke Madinah, “Walaupun ia memiliki kekurangan fisik namun tidak menyurutkan semangatnya untuk menjalankan perintah Allah dan Rasulullah,” tambahnya.

Selain itu menurut Ustaz Abu Hasan, Abdullah Bin Ummi Maktum juga selalu haus akan ilmu dari Rasulullah. “Allah SWT bahkan pernah menegur Rasulluah karena tidak menghiraukan kedatangan Abdullah Bin Ummi Maktum, saat ia ingin belajar agama Islam,” ucapnya.

Kisah tersebut diceritakan saat Nabi SAW sedang bertemu dengan para pembesar Quraisy, lalu datanglah Abdullah Bin Ummi Maktum hendak menanyakan sesuatu dan meminta bimbingan Nabi. Namun Nabi SAW justru lebih mementingkan tamunya agar tamunya mau menerima Islam, berharap kemaslahatan yang lebih besar. Namun justru hal tersebut tidak tepat menurut Allah. Kemudian turunlah Surat Abasa.

BACA JUGA :  PWI Kabupaten Pamekasan Adakan Dialog Kepemudaan

Dia (Muhammad) berwajah masam dan perpaling, karena seorang buta telah datang kepadanya (Abdullah bin Ummi Maktum), dan tahukah engkau ((Muhammad) barangkali dia ingin menyucikan diri (dari dosa)……” (Q.S Abasa {80} : 1-16).

Jamaah perempuan. (Esti/PIJARNews.ID)

Selain itu, Abdullah bin Ummi Maktum juga dikenal sebagai sahabat yang pemberani. Meski memiliki keterbatasan dalam melihat, ia tetap bertekad untuk ikut turun di medan perang, dan akhirnya mati syahid. Di akhir tausyiahnya, Ustaz Abu Hasan berpesan untuk terus belajar dari orang-orang shalih, seperti mengambil pelajaran dari kisah Abdullah Bin Ummi Maktum tersebut, “Semoga kita lebih giat melakukan kebaikan dalam kondisi apapun,” tutupnya.

Reporter: Esti Fauziyah Penulis: Amalia Utami Editor: Afrizky Fajar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here