M. Ariiq Setiawan, Faradita Diniyatuz Zahroh, Dzurriatina Qurota 'Ayun dan Rana Salsabila Athiroh Saddlza Al Huda, saat foto bersama dengan Host Talk Show Airlangga Education Expo. (Ahmadi/PIJARNews.ID)

LAMONGAN, PIJARNews.ID – Acara rutin tahunan Kampus Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, atau Airlangga Education Expo kembali digelar di Kampus C UNAIR pada 21-23 Februari 2020.

Acara tersebut terdapat Walk & Interview oleh Rektor UNAIR Surabaya kepada siswa-siswi untuk meraih golden ticket masuk kampus tanpa tes. Sedangkan SMA Muhiba Lamongan yang terkenal dengan sekolah kader dan sekolah prestasi ini, pada tahun 2019 sudah mengantarkan dua anak didiknya meraih golden ticket masuk UNAIR, yakni Ernawati dan Nilna Alifia Syahiro.

Selanjutnya pada tahun ini, SMA Muhi1ba kembali mengantarkan empat anak didiknya meraih golden ticket masuk UNAIR tanpa tes. Mereka adalah Dzurriyatina Qurrota ‘Ayun ke Jurusan Teknik Industri, Faradita Diniyatuz Zahroh ke Jurusan Kesehatan Masyarakat, Rana Salsabila Athiroh Saddlza Al Huda ke Jurusan Matematika, dan M. Ariiq Setiawan ke Jurusan Teknik Lingkungan.

Dzurriyatina Qurrota ‘Ayun merasa sangat senang, pasalnya dia yang pertama diterima di hari pertama dengan peringkat 3 pararel di sekolah. “Saya sangat senang dan bersyukur bisa diterima di UNAIR sebagai kampus favorit. Ini semua berkat doa orangtua, guru, dan teman-teman,” ungkapnya.

Dzurriatina Qurrota ‘Ayun saat Interview dengan Rektor UNAIR. (Ahmadi/PIJARNews.ID)

Tidak kalah senang dan gembira juga, Faradita Diniyatuz Zahroh, Rana Salsabila Athiroh Saddlza Al Huda, dan M. Ariiq Setiawan yang menyusul diterima di hari terakhir pada Airlangga Education Expo tersebut. Mereka diterima melalui wawancara langsung oleh Rektor UNAIR Surabaya, Prof. Dr. Mohammad Nasih. Dalam keterangannya, yang menjadi pertimbangan adalah karena banyaknya prestasi yang telah diraih oleh anak didik SMA Muhiba tersebut.

BACA JUGA :  Suasana Baru, IMM Al-Farabi UINSA Gelar DAD di Luar Kota

Kepala SMA Muhiba, Agus Al Chusairi juga turut mengungkapkan kegembiraannya, dimana pada tahun ini dia masih bisa meneruskan tradisi untuk mengantarkan anak didiknya masuk ke UNAIR Surabaya. “Saya sangat senang bisa meneruskan tradisi yang baik di sekolah ini. Mudah-mudahan terus berlanjut di tahun-tahun selanjutnya,” katanya.

Kepala Sekolah yang akrab dipanggil Mr. Agus ini, lebih lanjut menjelaskan jika prestasi ini bisa diraih  juga karena program-program sekolah yang memfasilitasi anak didiknya untuk beraktivitas organisai, seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hizbul Wathan (HW) dan segala potensi baik di bidang akademik maupun non-akademik.

“Program lain juga seperti Ekstra OSN Mapel, KIR, Olahraga dan PMR. Serta ditunjang dengan dukungan penuh dari Persyarikatan, Wali Murid, Civitas yang berdedikasi dan loyalitas tinggi, juga semua keluarga besar Alumni SMA Muhiba,” Imbuhnya.

Terakhir, dia juga berpesan pada keempat anak didik yang tahun ini berhasil meraih golden ticket, harus memiliki karakter tekun dalam belajar. “Serta juga giat beribadah pada Allah SWT,  patuh pada orangtua dan guru. Karena itu merupakan karakter yang tidak terpisahkan dari identitas Alumni SMA Muhiba,” pungkasnya.

Reporter: Ali Ahmadi Penulis: Ali Ahmadi Editor: Suhartatok

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here