Dzanur Roin, ilustrasi oleh RDS/ PIJARNews.ID.

PIJARNews.ID – Dalam sehari semalam ada dua puluh empat jam, dalam satu jam ada enam puluh menit, dalam satu menit ada enam puluh detik. Kita semua dikasih waktu yang sama, tidak kurang dan tidak lebih.

Ada yang begitu pandai dalam menggunakan waktu, sehingga segala aktitifitas dan kegiatannya berjalan dengan baik. Kerjanya lancar, bercengkerama dengan keluarga juga oke. Apalagi dalam berkarya tak pernah lelah, sebaliknya ada yang begitu sibuk sehingga waktu yang tersedia seakan-akan kurang. Kalau sudah begini sekan-akan kita dikejar waktu, padahal waktu tak pernah berubah, pindah, apalagi berlari untuk mengejarmu.

“Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dan saling berpesan dengan kebenaran dan saling berpesan dengan kesabaran.” (QS. Al-Asr. 1-3).

Al-insaanu mahalul khotoun, manusia itu tempatnya salah. Tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah. Tetapi dari kesalahan itulah kita belajar untuk menjadi pribadi-pribadi yang baik. Karena orang yang baik itu bukannya orang yang tak pernah berbuat kesalahan, tetapi orang yang baik adalah orang yang memperbaiki kesalahan.

Kembali kepada waktu agar kita tidak termasuk orang yang merugi. Bagaimana kita bisa memanfaatkan waktu dengan baik, bermanfaat untuk diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan kehidupan kita.

Dikatakan dalam surat tersebut semua orang merugi kecuali orang yang beriman. Dengan iman yang kita miliki, kita berkayinan apa yang kita lakukan pasti akan kembali kepada diri kita sendiri. Kita berbuat baik maka kita akan mendapatkan kebaikan. Sebaliknya, ketika kita berbuat sesuatu yang kurang baik, maka kita juga mendapatkan sesuatu yang kurang baik. Kita akan mendapatkan balasan yang setimpal baik saat hidup di dunia terlebih saat kehidupan di akhirat.

Berikutnya orang yang tidak termasuk dalam golongan merugi adalah mereka yang saling memberi nasehat dalam kebenaran dan kebaikan dalam suasana yang penuh kesabaran. Tidak semua yang berbuat salah harus kita cela dan kita hina, barang kali mereka berbuat salah karena ketidaktahuannya. Maka dari itu memberi nasehat dengan cara yang baik itu sangat penting, bayangkan orang yang berbuat salah karena ketidaktahuannya kita hina didepan umum akan menolak kenenaran yang akan kita sampaikan. Ingat sesuatu yang baik itu juga perlu disampaikan dengan cara yang baik.

BACA JUGA :  Apa yang Anda Minta Jika Bertemu Rasulullah SAW?

Semua orang pernah punya masa lalu dan setiap orang berhak mendapatkan masa depan yang baik. masa lalu biarlah berlalu, sekarang lakukanlah yang terbaik agar masa depan itu menjadi milikmu. Jangan pernah takut dengan salah sehingga tidak mau berbuat untuk melangkah. Berbuat kemudian salah itu sedikit lebih baik daripada diam tidak berbuat karena takut salah sehingga tidak mau mencoba.

Dalam memanfaatkan waktu ada berbagai macam kegiatan yang saya lakukan. Di waktu senggang disela-sela rutinitas harian, biasanya saya membaca buku. Buku apa saja terlebih buku tentang motivasi dan novel-vovel yang bercerita tentang suka dukanya kisah percintaan anak manusia, dengan membaca saya bisa melupakan segala permasalahan yang kuhadapi, tapi masalah itu tetap saya hadapi dan tetap saya selesaikan. Ketika membaca saya bisa dan kuat didepan buku berjam-jam, pernah suatu malam saya membaca novel dari mulai jam delapan malam sampai jam setengah sebelas, lumayan lama sich untuk ukuran saya yang mulai jatuh cinta dengan membaca.

Kalau waktu libur biasanya saya bersilaturrahmi dengan keluarga dan handai tolan yang ada di desa. Bekerja di Kota Surabaya libur satu dua hari sangat bermanfaat, kesibukan dan kebisingan kota kadang membuat stres jika kita tidak pandai mengatur emosi dan jiwa.

Dalam masa-masa libur saya sering mengunjungi saudara-saudariku yang ada di desa. Biasanya saya pulang Sabtu sore atau malam dan di hari Ahad saya manfaatkan beristirahat sambil mengunjungi sanak famili. Ada perasaan senang dan bahagia ketika berjumpa keluarga, sedikit bercerita atau sekedar bercengkerama sangat penting bagiku apalagi kita jarang ketemu, sebulan sekali berjumpa tentu sangat bahagia.

(Penulis adalah Pengajar di SDM Dubes, dan Alumni Perguruan Muhammadiyah Pantenan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here