Ali Muthohirin, Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dalam pidato pembukaan acara. (BRO/PIJARNews.ID)

SIDOARJO, PIJARNews.ID – Peringatan milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke-56 yang jatuh pada bulan Maret 2020 beriringan dengan perhelatan pemilihan serentak kepala daerah se-Indonesia. Ada semangat yang diingatkan oleh Petinggi Pemuda Muhammadiyah dalam even tersebut, yaitu menciptakan pemilihan serentak 2020 sebagai momentum yang menanamkan nilai-nilai demokrasi di seluruh daerah yang melakukan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan Walikota dan Wakil Walikota.

Hal itu disampaikan oleh Ali Muthohirin, Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, yang hadir di serangkaian pembukaan milad IMM ke 56 dalam Dialog Politik Kaum Muda, Jum’at (13/3/2020) di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).

“Adik-adik IMM harus menjadi pelopor dalam setiap momentum kebangsaan, termasuk momentum demokrasi yaitu dengan menjadi bagian komponen partisipasi pemilihan serentak 2020 kali ini,” ungkapnya berapi-api sambil mengajak kepada peserta.

Menurut Ali, sapaan akrab Ali Mothohirin, even pemilihan serentak 2020 jangan hanya dijadikan rutinitas pemilihan belaka. “Kita harus turut mendukung dan menyukseskan momentum pemilihan ini,” ujarnya.

Ia melanjutkan, sebagai komponen mahasiswa harus turut berpartisipasi dan menjadi bagian pelaku demokrasi dalam momen pemilihan, harus mampu menanamkan nilai-nilai demokrasi. “Dengan konsisten menanamkan nilai-nilai demokrasi, maka kita semua turut menyukseskan pemilihan serentak,” terangnya. “Nilai demokrasi bukan hanya didiskusikan, tapi juga harus mampu dibumikan,” tambahnya.

Menurut Ali, dengan mengajak masyarakat memilih calon pemimpin yang baik adalah bagian dari perilaku penanaman nilai demokrasi. “Jadilah komponen masyarakat yang mengajak memilih calon pemimpin yang baik, tentunya dengan proses yang baik pula,” jelasnya sambil berpesan turut aktif mengkampanyekan memilih pemimpin yang baik.

BACA JUGA :  Korban Insfrastruktur di Bojonegoro

Selain itu, ia juga mengajak untuk tidak melakukan ‘money politic’ apalagi menerima uang pemberian dari paslon tetentu untuk memilihnya. “Termasuk menolak money politic (politik uang, red). Jika anda masih tergiur dengan uang 50 atau 100 ribu untuk memilih paslon tertentu maka itu bagian dari pelemahan nilai-nilai demokrasi,” jelasnya keras mengingatkan.

Dialog yang bertema “Pilkada Damai Meneropong Pemilihan Serentak 2020” yang dihadiri oleh ratusan peserta terdiri dari unsur elemen gerakan mahasiswa, segenap sivitas akademika Umsida, dan pegiat pemilu, serta beberapa komisioner KPU yang melaksanakan pemilihan, berlangsung lancar dan khidmat.

Reporter: BRO Penulis: Redaksi Editor: Ahmad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here