Foto bersama disela-sela deklarasi damai Pemilu Serentak 2020 Jatim. (BRO/PIJARNews.ID)

SIDOARJO, PIJARNews.ID – Even pemilu dan pemilihan harus semakin baik, berkualitas, dan aman. Karena itu selaku penyelanggara, petugas keamanan dan stakeholder terkait, agar bahu membahu menyuskseskan event demokrasi tersebut.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPU Provinsi Jawa Timur, Choirul Anam saat Dialog Politik Kaum Muda dan Grand Opening Milad IMM ke-56, di aula Universitas Muhammadiyah Sidiarjo (Umsida), Jum’at (13/3/2020).

Anam (sapaan akrab Choirul Anam) menyampaikan dalam menyelenggarakan even Pemilu dan pemilihan yang menjadi tugas penyelenggara harus terus semakin baik dan berkualitas. “KPU selaku penyelenggara pastinya melakukan perencanaan, monitoring pelaksanaan, evaluasi, dan erbaikan-perbaikan, guna menjadikan even demokrasi ini semakin baik dan berkualitas,” ujarnya.

“Perbaikan secara terus menerus dan berkesinambungan adalah upaya kami untuk tetap mejaga kualitas pemilu dan pemilihan,” ungkapnya sambil membeberkan beberapa data kepemiluan dan pemilihan serentak 2020.

Dia melanjutkan, dengan melakukan peningkatan kapasitas kelembagaan perlu dibangun melalui Sumber Daya Manusia, sistem pemilu dan pemilihan, dan regulasinya. “Untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas kelembagaan dalam penyelenggaraan pemilu dan pemilihan, maka ada program membangun SDM, membangun sistem, dan membangun regulasi,” jelas Anam.

Selain itu, dia juga memaparkan terkait transparansi dan akuntabilitas sebagai modal utama penyelenggara. “Tranparansi dan akuntabilitas merupakan modal, juga juga sebagai penyelamat penyelenggara selama melakukan tahapan pemilihan,” ternganya sambil mengingatkan.

“KPU sebagai penyelenggara tidak menutup-nutupi proses dan tahapan, serta hasilnya karena itu bisa jadi salah satu pemicu konflik dan bahkan sengketa,” paparnya terkait transparansi tahapan pemilihan.

BACA JUGA :  Rector Cup UMM, Dr. Nur Subekhi: Ajang Tahunan untuk Potensi Mahasiswa

Masih di acara Dialog Politik Kaum Muda, dari pihak kepolisian, Wadir Intelpol Polda Jatim, AKBP Iwan Surya Ananta SIK, juga menyampaikan terkait tugas pengawalan dan pengamanan maksimal yang dilakukan oleh petugas keamanan di momen pemilu dan pemilihan. “Kami telah memetakan kerawanan pengamanan saat pelaksanaan pemilihan. Salah satunya membentuk satgas nusantara, yang bertugas mengawal dan mengamankan kegiatan pemilihan serentak di Jawa Timur,” paparnya.

“Ada sentra gakkumdu, satgas melakukan koordinasi pemilihan berkoordinasi dengan pihak KPU selaku penyelenggara, kedua melakukan ajakan pemilihan damai, ketiga antisipasi konflik, keempat membuat indeks potensi kerawanan,” jelasnya dihadapan peserta dialog politik tersebut.

“Kita berharap semua berjalan lancar sesuai tahapan dan jadwal rencana, kami hanya bertugas dalam rangka pengawalan dan pengamanan momen pemilihan ini. Supaya demokrasi di Indonesia, khususnya di Jatim bisa berjalan lancar dan damai,” jelas dan harapnya pada even pemilihan serentak 2020. “Dan ini tentunya membutuhkan peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa, baik IMM, PMII, GMNI, GMKRI, dan sebagainya,” pungkasnya.

Diakhir kegiatan dibacakan bersama deklarasi damai pemilihan serentak 2020 yang dipimpin oleh Ketua IMM DPD Jatim, Andreas.

Reporter: BRO Penulis: Redaksi Editor: Ahmad

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here