Banner acara Pesantren Agraria FNKSDA Komite Surabaya. (Afrizky/PIJARNews.ID)

SURABAYA, PIJARNews.ID – Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Komite Surabaya sebagai organisasi non-struktural pegiat lingkungan hidup di Nahdlatul Ulama, menggelar kegiatan dinamakan Pesantren Agraria (PA). Kegiatan yang bertempat di Waduk Sepat, Lakarsantri Kota Surabaya ini mengusung tema “Peran Santri dalam Menumbangkan Kapitalisme”.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 37 peserta, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dan berlangsung selama empat hari sejak Kamis hingga Minggu (12-15/3/2020). Berbagai kegiatan bermanfaat telah dikonsep oleh panitia dengan matang, diantaranya ada istighotsah, tahlil, materi-materi dan riset sosial atau live in.

Zidni Ilman Nafi’a selaku Koordinator FNKSDA Komite Surabaya mengungkapkan bahwa, Pesantren Agraria kali ini sengaja ditempatkan di contoh titik masalah yang ada di Kota Surabaya. “Waduk Sepat sengaja kami pilih karena lokasi ini merupakan salah satu titik masalah, akibat adanya tukar guling Waduk Sepat oleh Pemkot Surabaya dengan pengembang perumahan elite – PT Ciputra Surya, dan telah memunculkan perlawanan dari sebagian masyarakat,” ujarnya.

Presentasi hasil riset atau live in peserta. (Afrizky/PIJARNews.ID)

Gus Zidni sapaan akrabya, juga menambahkan bahwa dari konflik yang sedang berlangsung, setidaknya banyak warga Nahdliyin yang turut terdampak dari konflik ini. Selain itu, kata dia, lokasi Waduk Sepat dirasa cocok digunakan sebagai media pembelajaran bagi peserta dalam melihat konflik yang terjadi di masyarakat.

Tidak hanya itu, Gus Zidni mengatakan jika dalam PA kali ini mereka sengaja menggunakan tema yang berbeda dari tahun sebelumnya, “Tema ini adalah respon kami dalam melawan oligarki, yang bagi kami banyak mempengaruhi pikiran dan gerakan santri saat ini. Sehingga Posisi santri sekarang banyak di politisasi oleh para oligarki, dan kami mencoba mereposisi kembali pemaknaan santri supaya keluar dari cengkraman oligarki,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Peduli Pekerja Informal, PC IMM Lamongan Bagikan Ratusan Menu Berbuka

Pasca kegiatan ini, Gus Zidni serta panitia berencana mengadakan follow up yang ditujukan pada peserta di Surabaya dan sekitarnya. “Follow up kami rencanakan mengadakan sekolah riset dan sekolah hukum, yang kira-kira diadakan 3 bulan pasca PA ini,” katanya.

Wawancara dengan Koordinator FNKSDA Komite Surabaya, Gus Zidni. (Afrizky/PIJARNews.ID)

Gus Zidni juga berharap kepada para peserta ketika kembali ke daerah asalnya, agar dapat mengadvokasi permasalahan yang ada. Selain itu, ia juga berpesan kepada para peserta agar dapat mengajarkan ilmu yang diperoleh dari PA ini kepada siapapun yang membutuhkan.

Sebelum penutupan, kegiatan ini juga dihadiri oleh Komite Nasional Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) serta para organ sahabat pegiat lingkungan lainnya.

Reporter dan Penulis: Afrizky Fajar Editor: Ahmad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here