Salah satu petugas perempuan yang berada di Call Center COVID-19 RSU UMM. (BRO/PIJARNews.ID)

MALANG, PIJARNews.ID – Rumah Sakit Umum (RSU) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat umum untuk mengetahui perkembangan dan informasi mengenai Covid-19 yang ada di sekitarnya melalui Call Center COVID-19 RSU UMM.

Call Center COVID-19 RSU UMM merupakan garda terdepan dari rumah sakit untuk menanggapi keingintahuan masyarakat mengenai perkembangan kasus COVID-19, maupun untuk mengetahui kondisi dirinya,” kata dr. Thontowi Djauhari, M.Kes., Koordinator Tim Tanggap COVID-19 RSU UMM, Kamis (19/3).

Call Center COVID-19 RSU UMM memiliki 2 saluran informasi, yaitu Call Center dan Pengiriman Pesan, baik melalui WhatsApp maupun melalui telepon seluler biasa. Masyarakat dapat memilih salah satu saluran yang telah disediakan.

Masyarakat dapat mengakses layanan Call Center COVID-19 RSU UMM di tiga nomor, yaitu: 0821 3253 1661/1663/1664. Untuk layanan Call Center COVID-19 RSU UMM saat ini beroperasi dari hari Senin sampai Minggu pada jam layanan jam 09.00 pagi, hingga jam 21.00 malam.

“Adapun masyarakat dapat bertanya mengenai informasi terkini mengenai penyebaran COVID-19, dan juga mengenai kondisi dirinya dengan menanyakan hal-hal yang termasuk gejala maupun faktor risiko,” ungkap dr. Thontowi.

Pertanyaan yang dapat diajukan untuk melakukan screening secara online telepon maupun WhatsApp, dapat seputar mengenai gejala yang dialami. Seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, demam lebih dari 38°, hingga berasal atau bepergian ke daerah yang terjangkit baik di Indonesia maupun di Luar Negeri.

BACA JUGA :  FTBM Jatim, IMM Bojonegoro Promokan Produk Coffee dan Alat Peraga Edukatif

“Jadi, masyarakat tidak perlu panik dan khawatir! Dengan menghubungi layanan Call Center COVID-19 RSU UMM, kekhawatiran Anda akan terjawab,” ujar dr. Thontowi.

Selain menyediakan Call Center, RSU UMM juga menyediakan deteksi dini COVID-19 online melalui alamat domain di sini. Deteksi dini online ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Pengguna/user tinggal menjawab beberapa pertanyaan dan hasil jawaban akan dianalisis secara online untuk menduga status termasuk dalam kategori: sehat/bebas COVID-19, Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Baru diluncurkan 2 hari, sejak 18 Maret 2020, deteksi dini COVID-19 online ini telah diakses lebih dari lima puluh ribu kali (update 19 Maret 2020).

Reporter: BRO Penulis: Redaksi Editor: Ahmad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here