Pamflet larangan dari Pemkab Ponorogo. (Agus/PIJARNews.ID)

PONOROGO, PIJARNews.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo betul-betul serius dalam menghadang laju penyebaran Covid-19. Usai mengeluarkan instruksi beberapa waktu lalu, kali ini Pemkab Ponorogo kembali mengeluarkan kebijakan terbarunya.

Seperti informasi yang beredar di Grup WhatsApp pada Kamis (26/03), dalam screenshot surat dengan Nomor: 338/991/405.03.1/2020, tertanggal 26 Maret 2020, berisi larangan bagi pedagang sayur dari Kabupaten Magetan dan Madiun untuk masuk dan berjualan di wilayah Ponorogo. Tujuan dari adanya surat ini agar memutus laju penyebaran serta pengamanan masyarakat Ponorogo dari Covid-19.

Santoso, salah seorang warga mengatakan, “ini merupakan langkah kongkrit yang diambil oleh Pemkab dalam melindungi masyarakat Ponorogo. Kami sendiri selaku warga Ponorogo juga dapat merasa aman,” tuturnya.

Di sisi lain, kabar dilarangnya pedagang sayur dari Magetan dan Madiun ini, menjadi kabar baik bagi petani sayur dari Kecamatan Pudak, sebab selama ini pasokan sayur selalu berasal dari Magetan. Akhirnya dengan kebijakan ini tentu sedikit banyak ada perubahan pasokan sayur.

Larangan tersebut bukan tanpa sebab, jika dilihat berdasarkan informasi dari infocovid19.jatimprov.go.id, diakses pada Jum’at (27/03) kemarin, di Kabupaten Magetan telah terdapat sebanyak 35 orang dalam pemantauan (ODP), 9 orang pasien dalam pengawasan (PDP), dan 8 orang telah positif Covid-19. Sedangkan di Kabupaten Madiun terdapat 53 ODP dan 4 PDP.

Reporter dan Penulis: Agus Supatma Editor: Ahmad

BACA JUGA :  Komite Keselamatan Jurnalis Desak Pemerintah Atasi Peretasan Media

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here