Pembagian nasi bungkus oleh relawan dapur umum di Bangkalan. (Agiel/PIJARNews.ID)

BANGKALAN, PIJARNews.ID – Sejak pemerintah pusat mengadakan kebijakan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) akibat Covid-19 (31/3), situasi ini telah diikuti kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok dibeberapa daerah, seperti gula, beras, minyak dan lain sebagainya.

Untuk merespons krisis tersebut, aliansi solidaritas pangan rakyat Madura mendirikan dapur umum sejak 1 April 2020. Sedangkan mereka telah membagikan lebih dari 500 nasi bungkus, hand sanitizer alami, masker dan minuman sehat kepada masyarakat.

Menurut Ubay, koordinator dapur umum zona Bangkalan mengatakan jika dapur umum ini terbagi menjadi beberapa zona di Madura. “Untuk mempermudah akses, maka dapur umum ini kami bagi menjadi 5 zona, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep dan Kepulauan Kangean”, terangnya.

Dia menambahkan, jika kondisi beberapa daerah di Pulau Madura sudah mulai mengkhawatirkan. Dimana diantara 4 Kabupaten di Pulau Madura, dua diantaranya sudah masuk zona merah.

“Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Bangkalan saat ini telah berstatus zona merah. Sedangkan untuk Kabupaten Sampang dan Sumenep masih hijau”, imbuhnya kepada PIJARNews.ID, Minggu (19/4/2020).

Alasan lain diadakannya dapur umum ini, juga menyikapi kebijakan Pemerintah Kota Surabaya yang akan segera memberlakukan PSSB. “Bisa dikatakan jalur utama masuk Madura adalah Surabaya. Maka dengan pemberlakuan PSSB jalur distribusi kebutuhan pokok bisa jadi juga akan terganggu”, terangnya.

Lebih pastinya posko pusat dapur umum ini terletak di daerah Telang Gg. 1, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan (Timur Kampua UTM), sedangkan saat ini posko terhitung sudah berjalan selama 4 pekan.

BACA JUGA :  Warga Desa di Pacitan Ciptakan Bilik Sterilisasi Raksasa

Reporter dan Penulis: Agiel LP Editor: Suhartatok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here