Secara Simbolis, Ketua MCCC Kota Probolinggo (sisi kiri) memberikan paket sembako kepafa Kepala TK ABA 2 Probolinggo. (Etiz/PIJARNews.ID)

PROBOLINGGO, PIJARNews.ID – Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) bersama Lazismu di Kota Probolinggo, telah membagikan 400 paket sembako untuk guru dan karyawan sekolah Muhammadiyah di Probolinggo, Rabu (22/4/2020). Bertempat di Gedung Nyai Walidah, acara dihadiri oleh Ketua PDM, PDA, Lazismu, MCCC, para relawan Peduli Covid-19, serta perwakilan dari setiap Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Amal Usaha ‘Aisyiyah (AUA).

Benny Prasetiya selaku Ketua Lazismu, dalam sambutannya menyampaikan jika target sembako ini sebanyak 2.000 paket dengan biaya kisaran 300 juta. Namun pada tahap pertama ini baru disediakan 400 paket, dan dilanjutkan hingga masa pandemi berlangsung.

Sedangkan Romiyati Ketua PDA menaruh harapan, bahwa paket sembako yang dibagikan ini semoga bisa membantu mereka dalam menghadapi masa pandemi. Selain itu, bantuan ini bukan hanya untuk karyawan dan guru, namun dikatakan juga ada bagian untuk masyarakat sekitar. “Sejak tanggal 12 April kemarin, kami telah melakukan pembagian paket sembako kepada 5 cabang ‘Aisyiyah, nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan”, terangnya.

Perlu diketahui bahwa MCCC yang baru ada sejak awal bulan April tahun ini, merupakan kelompok gugus tugas Muhammadiyah dalam menangani Covid-19. Bentuk gerakan mereka meliputi bantuan serta edukasi masyarakat terdampak pandemi.

M. Dawam Ichsan selaku Ketua MCCC, mengucapkan terimakasih atas bantuan dan dukungan semua fihak, kepada PDM, Lazismu dan para relawan yang sejak awal sudah berkontribusi. “Kepada guru dan karyawan Muhammadiyah semoga dengan adanya pembagian sembako ini, bisa membantu mencukupi kebutuhan rumah tangga akibat dampak pandemi”, ucapnya.

BACA JUGA :  Webinar KKJ (3); Berorganisasi MD, YES! Berideologi MD, NO!

Terakhir, Masfuk Ketua PDM Kota Probolinggo, menambahkan bahwa Muhammadiyah Kota Probolinggo tetap tawadhu’ kepada maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam mencegah Covid-19, termasuk adanya pembatasan ibadah secara berjamaah yang semetara dilakukan di rumah masing-masing.

“Maka dari itu saya berharap setiap warga Muhammadiyah terus memberikan edukasi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini, bukan melarang ibadah, tapi pembatasan sosial untuk sementara”, pungkasnya.

Reporter: Pak Etiz Editor: Ahmad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here