Pramudia Ananta (berbaju putih), memberikan arahan para anggotanya di depan Masjid Al-Ittihad sebelum membagikan masker. (Hendra Hari Wahyudi/PIJARNews.ID)

LAMONGAN, PIJARNews.ID – Mengikuti data pandemi Covid-19 yang begitu cepat penyebarannya, tentu membuat banyak warga semakin panik. Namun jika mereka bisa mendapat informasi terkait pencegahan virus, kepanikan tersebut bisa terkontrol dengan baik. Salah satunya dengan merespon kebijakan Pemerintah yang sudah mewajibkan warga untuk memakai masker saat di luar rumah.

Hal ini juga berlaku di Kabupaten Lamongan sejak tanggal 20 April 2020 kemarin. Di mana setiap warga wajib memakai masker ketika di luar rumah. Aturan ini juga didukung oleh pelajar di Tebluru Solokuro Lamongan dengan cara membagikan masker di area Masjid Al-Ittihad Tebluru, Jum’at (24/4) kemarin.

Gerakan pelajar ini dilakukan oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Tebluru dan PR IPM SMP Muhammadiyah 20. Inisiatif ini karena akan dilaksanakannya shalat Jum’at, dan Masjid Al-Ittihad yang dikelola oleh PR Muhammadiyah Tebluru masih memilih untuk mengadakan shalat Jum’at.

Mereka – PRM Tebluru – berdasarkan pada surat edaran PDM Lamongan No. 59/EDR/III.0/E/2020 Tentang Tuntunan Ibadah Bulan Ramadhan dan Idul Fitri Dalam Kondisi Darurat COVID-19 tertanggal 20 April 2020, tetap bisa berlangsung dengan harus sesuai dengan protokol kesehatan, mengingat Kabupaten Lamongan belum menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pramudia Ananta, Ketua Umum IPM Ranting Tebluru kepada PIJARNews.ID menyampaikan, bahwa para pelajar tidak boleh hanya jadi penonton tanpa melakukan apa-apa. “Kita harus berupaya dan turut serta membantu semampu kita, jangan sampai kita seakan menunggu pandemi ini datang tanpa adanya pencegahan dan upaya menghambat penyebarannya”, ucap pria yang pernah meraih juara National pada Silat Championship 2018 di UM Surabaya.

BACA JUGA :  PRM di Bojonegoro Turut Bergerak Melawan Wabah COVID 19
Pelajar membagikan masker kepada para jamaah yang baru datang di Masjid-Al Ittihad. (Hendra Hari Wahyudi/PIJARNews.ID)

Selain itu, kata Mahasiswa UM Gersik ini, mereka ingin menyampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya memakai masker dalam rangka pencegahan virus. Di mana kebanyakan masyarakat masih suka ngeyel dan terkesan meremehkan pandemi ini, oleh karena itu mereka – IPM Tebluru – merasa tergerak untuk melakukan sesuatu di awal bulan Ramadhan ini.

“Kami mendapatkan ratusan masker ini berawal dari open donasi, di mana sekitar seminggu yang lalu kami membuatnya dan membagikan melalui WhatsApp Group. Alhamdulillah kami mendapatkan dana 800 ribu yang didapat dari para donatur. Selain masker, kami juga memberikan sekitar 3 liter hand sanitizer kepada Masjid Al-ttihad, semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat.” terang alumni SMA Muhammadiyah 1 Babat tersebut.

Selain di Masjid, pasar desa Tebluru yang kebetulan di setiap bulan Ramadhan buka pada siang hari, menjadi sasaran para pelajar ini usai menunaikan Shalat Jum’at. Nampak banyak masyarakat yang antusias menyambut aksi mereka, karena hal ini cukup membantu ketika harga masker yang melambung tinggi.

Sedangkan informasi Covid-19 di Lamongan sendiri, per tanggal 23 April 2020 kemarin, terdapat 30 kasus positif, 118 Pasien Dalam Pengawasan, 299 Orang Dalam Pemantauan, 405 Orang Tanpa Gejala, dan 37.910 Orang Dengan Resiko. Sehingga langkah yang dilakukan para pelajar millenial ini patut di apresiasi dalam membantu pencegahan penyebaran Covid-19.

Reporter: Hendra Hari Wahyudi Editor: Ahmad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here