Hendra Hari Wahyudi. (Dok. Pribadi/PIJARNews.ID)

PIJARNews.ID – Pandemi virus korona atau coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang sudah menyebar lebih dari dua ratus negara di dunia, dengan menginfeksi dua juta lebih manusia, membuat berbagai macam cara dilakukan untuk mengatasinya. Ada yang menerapkan lockdown dibeberapa negara, ada pula yang membatasi kehidupan sosial manusia seperti di Indonesia dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang sudah dijalankan di beberapa kota di tanah air.

Berbagai cara dan pola kehidupan juga berubah drastis, dari kegiatan pembelajaran (sekolah), hingga ibadah. Bulan ramadhan yang biasa dijalani dengan berbagai aktivitas dengan berkumpulnya masyarakat, mulai dari ibadah secara berjamaah sampai mudik juga ditiadakan. Semua demi mencegah dan memutus mata rantai penularan virus, sehingga beberapa aktivitas harus dilakukan di rumah, bekerja dan sekolah pun dari rumah.

Namun, suatu kejadian tak lepas dari adanya hikmah atau pelajaran yang dapat kita ambil. Berbagai artikel pun banyak membahasnya, hadirnya wabah korona membuat kita harus lebih menjaga diri, menjaga kebersihan, dan juga meningkatkan kehidupan yang lebih sehat lagi bersih.

Refresh Kehidupan

Kondisi seperti sekarang ini, seakan memulai dan menyegarkan (refresh) kembali kehidupan manusia di muka bumi. Aktifitas, rutinitas, juga kegiatan seperti di mulai dari awal. Dimana ketika akses dan aktifitas sosial kita masih terbatas, kita lebih banyak melakukan kegiatan di rumah. Melihat keadaan bumi juga semakin membaik, dimana selama pandemi, karena polusi dan emisi global menurun.

Mungkin karena pabrik dan juga kendaraan banyak yang berhenti beroperasi saat pandemi, hal ini seperti yang dilansir oleh national geographic serta kompas.com tentang kondisi bumi yang membaik akibat Covid-19, dimana untuk pertama kalinya secara berturut-turut, emisi gas rumah kaca, konsumsi bahan bakar fosil, lalu lintas udara, darat dan laut secara drastis telah menurun.

Datangnya virus korona juga mengajarkan kita agar lebih peduli akan kesehatan dan kebersihan, terutama pada diri sendiri. Kita harus menjaga diri dengan memakai masker, rajin mencuci tangan, hingga mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan imun tubuh.

Belum lagi, ramadhan sudah datang menghampiri kita, kegiatan ibadah dan lainnya yang berpotensi mengumpulkan orang pun ditiadakan. Salat tarawih misalnya, seakan kembali mengingat kembali beberapa riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat tarawih berjamaah di masjid dengan dua atau tiga kali saja selama bulan ramadan. Namun Rasulullah mengerjakan tarawih di rumah.

Kembali, seakan mengajak kita kepada apa yang telah dilakukan Nabi. Selain itu, shalat sunnah seperti tarawih merupakan anjuran untuk dilaksanakan d irumah, sebagaimana hadits dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaknya kalian mengerjakan salat di rumah-rumah kalian, karena sesungguhnya sebaik-baik salat seseorang adalah di rumahnya, kecuali salat maktubah (fardhu)”.

Pandemi Covid-19 juga mengajak kita untuk kembali memiliki rasa sosial yang tinggi, banyak sekali kita jumpai masyarakat yang saling bahu-membahu memberikan pertolongan. Meningkatnya rasa kepedulian kita terhadap sesama, dan menegaskan betapa tingginya nilai kemanusiaan. Covid-19 juga mengajak kita mengingat kembali bahwa kita semuanya sama derajatnya, mau pejabat ataupun rakyat biasa, semua bisa terkena virus korona. Begitu pula dihadapan Allah, kita semua sama, kita hanya makhluk yang lemah, dan hanya Allah yang Maha Segala.

Ramadan dikala pandemi juga mengajak kita agar lebih fokus beribadah kepada Allah, dimana ketika kita beribadah di rumah, maka akan lebih aman bukan hanya dari virus korona, tapi juga virus riya’ (pamer) dan lainnya yang terkadang menempel pada sifat kita. Ketika beribadah di rumah, maka sejauh mana dan setulus apa keimanan kita kepada Sang Khaliq terlihat.

BACA JUGA :  Hijrahku Keren: Dari Republik Menuju Khilafah

Namun bukan berarti sebelumnya kita beribadah tidak karena iman dan ketulusan, tapi ketika di rumah, kita akan lebih dan semakin dekat dan mendekatkan diri kepada Allah. Dimana terkadang kita pergi tadarus karena ajakan teman, atau biar terlihat hadir oleh kawan, namun sekarang, seakan Allah menguji sampai dimana ketaatan kita ketika di rumah dan beribadah dalam kesendirian.

Upgrade Kehidupan

Masa pandemi dengan harus melakukan segala aktifitas dirumah merupakan banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil, dan seakan memaksa kita untuk meningkatkan (upgrade) diri. Melihat kata upgrade, secara bahasa berarti meningkatkan, lalu hal apa saja yang dapat kita tingkatkan ketika di rumah saja? Pastinya yang pertama adalah ibadah kita, mengingat saat ini kita memasuki bulan suci ramadan, pastinya kita tetap bisa istiqamah dalam beribadah, meski di rumah saja.

Dengan beribadah di rumah, maka iman kita seakan di upgrade, dimana kita bisa lebih banyak meningkatkan ibadah sunnah, karena mungkin saat kegiatan di luar rumah (bekerja), kita tidak sempa melaksanakannya.

Selain keimanan yang bisa kita upgrade, keterampilan kita juga bisa kita tingkatkan. Himbauan sekolah dan bekerja dari rumah dengan cara daring (dalam jaringan) atau online, seakan mengajak kita lebih berkemajuan dari yang sebelumnya. Aktifitas sekolah misalnya, sekolah daring mengajak guru dan siswa serta orangtua untuk lebih melek lagi akan teknologi.

Di beberapa sekolah besar nan favorit mungkin sudah lazim dilakukan, tapi di sekolah tingkat pedesaan mungkin menjadi hal yang baru dan butuh waktu untuk mengaplikasikannya. Sehingga pembelajaran seakan dipaksa dengan menggunakan teknologi digital, dari melalui aplikasi hingga secara teleconference.

Hal ini pun merambah keberbagai kegiatan, dari seminar, diskusi, sampai pengajian pun melalui daring. Ini merupakan perubahan besar manusia yang mungkin tidak akan terjadi jika wabah Covid-19 tidak ada. Meski virus korona ini merupakan ujian yang berat bagi manusia yang penuh keterbatasan, tetapi banyak hikmah dan pelajaran yang bisa diambil manusia dari kejadian ini.

Beberapa karya teknologi juga lahir ditengah wabah Covid-19, berbagai robot canggih lahir di Cina. Dimana robot yang berfungsi untuk melayani manusia guna mencegah adanya kontak fisik dibuat oleh Cina, selain robot untuk melayani pasien Covid-19 ataupun tenaga medis. Cina juga membuat robot yang digunakan untuk menetralisir ruangan dari virus, menyemprotkan cairan disinfektan baik di dalam maupun luar ruangan, melayani makanan para tenaga medis dan pasien ataupun masyarakat yang sedang dalam masa karantina, hingga membuat alat pendeteksi atau pelacak virus. Berita mengenai hal tersebut mudah kita cari di google.

Maka, adanya pandemi global berupa virus korona ini seakan telah menyegarkan dan meningkatkan kehidupan manusia, dimana kehadirannya (virus) seakan mengajak manusia untuk lebih menjaga imun dan juga iman, serta mengantarkan manusia kepada kesadaran bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan semua sama derajatnya dihadapan Allah.

Momen di rumah saja merupakan saat tepat bagi kita untuk mengembangkan potensi diri, bisa dengan menulis, membuat sesuatu seperti masak ataupun yang lainnya. Serta mengajak kita untuk lebih ikhlas dalam beribadah di tengah pandemi seperti sekarang ini, selalu ada hikmah dibalik musibah, dan pastinya Allah selalu memberikan kemudahan dari setiap kesulitan. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala segera mengangkat wabah ini dari kehidupan kita semua, sehingga kehidupan kita kembali normal seperti sedia kala. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here