PIJARNEWS.ID – Debat kandidat perdana Capres dan Cawapres 2019, bertemakan tentang Hukum, Ham, Korupsi dan Terorisme yang ditonton jutaan pasang mata rakyat indonesia dari sabang sampai merauke telah berjalan kemarin malam.

Kedua pasangan capres dan cawapres sudah membawakan visi misi yang tentunya diharapkan bisa menyelesaikan permasalahn Hukum, Ham, Korupsi dan terorisme di negri ini.

Masing-masing paslon sama-sama mempunyai solusi mengenai tema tersebut.

Khoiron Ayati, S.Pd Koordinator Relawan Merah Hati Jawa Timur menilai bahwa paslon capres dan cawapres nomer urut 01 Jokowi- Ma’ruf lebih solutif dan tepat bagaimana cara menyelesaikan permasalahn Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme.

Kata Iron begitu sapaannya, dalam permasalahan Hukum dan HAM misalnya, paslon nomer urut 01 Jokowi-Ma’ruf memaparkan bahwa barang siapa yang melanggar Hukum akan di tindak tegas dan sesuai prosedur, semua itu tidak bertentangan dengan HAM. Karena semua sudah di atur dalam undang-undang. Dan itu sudah dipraktekkan selama kepemimpinannya.

Begitu juga dalam menyelesaikan permasalahan Korupsi paslon nomer urut 01 jokowi-ma’ruf juga tidak pandang bulu, semua yang melakukan tindak pidana korupsi akan di hukum sesuai undang-undang pidana korupsi.

Bagi dia, paslon nomer urut 01 Jokowi-ma’ruf juga memberi perhatian khusus terhadap kasus terorisme, yang bisa mengancam keamanan dan keutuhan negara, terutama kelompok radikal. Menurut jokowi-ma’ruf untuk mengantisipasi radikalisasi oleh kelompok tersebut, butuh adanya pendidikan deradikalisasi mulai dari tingkat bawah sampai atas, semua butuh kerjasama dari seluruh element masyarakat termasuk ormas-ormas.
Sudah pasti kita semua tidak meragukan lagi kapsitas paslon nmer urut 01 jokowi-ma’ruf untuk memimpin negri ini, negeri yang aman, damai dan sejahtera rakyatnya. Dengan slogan bersih, merakyat dan kerja nyata.

BACA JUGA :  Dianggap Kampanye, Pemuda Muhammadiyah Mojokerto Ternyata Lakukan Ini

Sementara itu, Aldi Simpatisan Prabowo-Sandi mengatakan paslon no.02 lebih unggul retorika. Dia mampu menguasai panggung, dan program yang ditawarkan lebih visioner.”Pemimpin itu harus memiliki pengusaan materi, tidak pakai teks,” pungkasnya. (AK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here