ILUSTRASI: Imam Budi Utomo. (Dokumen PIJARNews.ID)

Oleh: Imam Budi Utomo*

PIJARNews.ID – Pemangku urusan publik harus segera mengambil kebijakan untuk bisa menekan dan memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. Meskipun telah diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tes massal dengan rapid test dan pemariksaan swab tenggorokan, namun kenyataan data pasien Covid-19 juga terus meningkat.

Sebagai bentuk upaya percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia, khususnya Jawa, sebaiknya pemangku urusan publik segera membentuk tim gugus tugas Covid-19 di setiap kecamatan hingga desa/kelurahan. Karena selama ini tim gugus tugas Covid-19 baru terbentuk sampai tingkat kabupaten saja.

Pembentukan Tim Gugus Tugas Covid-19 sampai tingkat desa/kelurahan ini, bertujuan agar lebih mudah mendeteksi penyebaran Covid-19 di tingkat bawah. Kalaupun sudah ada yang terpapar, maka untuk lebih mempermudah penanganannya agar tidak menyebar lebih banyak.

Data di beberapa kabupaten/kota, pasien Covid-19 justru semakin naik angkanya. Bahkan peningkatan tersebut tidak hanya di kota-kota besar saja, namun sudah mencapai wilayah desa. Dengan perkembangan yang semakin mengkhawatirkan itu, sebaiknya pemerintah secepatnya segera membentuk tim gugus tugas di setiap kecamatan hingga desa/kelurahan.

Secara teknis, tim gugus tugas ditingkat kecamatan dan desa/kelurahan bisa melibatkan lembaga ketahanan masyarakat desa/kelurahan (LKMD – LKMK) setempat. Serta juga bisa melibatkan perangkat desa/kelurahan sampai jajaran RT/RW. Sedangkan untuk tingkat kecamatan bisa melibatkan seluruh jajaran pemerintahan bahkan juga melibatkan muspika dan jajarannya.

Selain pemangku urusan publik kecamatan hingga desa/kelurahan, maka masyarakat juga harus dilibatkan. Apalagi selama pandemi Covid-19 ini, warga setempat sudah terlibat aktif dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 di setiap kawasan dan lingkungan perumahan mereka masing-masing, walaupun belum ada arahan resmi pemangku urusan publik nasioanl.

Tim gugus tugas Covid-19 tingkat kecamatan hingga desa/kelurahan, bisa juga diarahkan pada pendataan orang yang rentan akan terpapar Covid-19. Karena mereka yang lebih memahami karakter masyarakat di wilayahnya masing-masing.

BACA JUGA :  Kalangan Pelajar di Lamongan Bergerak Membuka Donasi hingga Bagikan Masker

Sebagai contoh untuk masyarakat pedesaan yang akan menghadapi mudik lebaran, meskipun telah dilarang, namun untuk mewaspadai pemudik gelap. Jika ada tim gugus tugas Covid-19 ditingkat desa, maka akan mempermudah untuk mendeteksi, dan apabila ada hal yang tidak diinginkan, semisal pemudik yang sudah positif terpapar Covid-19, maka bisa segera diambil tindakan. Tentunya sesuai prosedur dan protokol yang sudah ditetapkan pemerintah.

Dengan pembentukan tim gugus tugas Covid-19 ditingkat kecamatan dan desa/kelurahan, maka prosedur penanganan Covid-19 bisa lebih terarah. Karena selama ini penanganan Covid-19 di masyarakat tingkat bawah masih dilakukan secara serampangan, tanpa ada kontrol dan petunjuk yang benar dari pusat.

Dengan langkah ini akan bisa meringankan beban pemangku urusan publik nasional dalam menghadapi Covid-19. Virus yang sudah menjadi hantu di semua lini kehidupan, bahkan sudah merubah semua tatanan masyarakat. Mulai dari agama, ekonomi, sosial, budaya dan perpolitikan.

Menjadi hal yang mengkhawatirkan lagi adalah, beberapa rumah sakit yang sudah ditetapkan sebagai rujukan pasien positif Covid-19, bahkan tidak bisa lagi menampung tambahan pasien lain, sehingga harus dipikirkan opsi yang lain.

Mungkin dengan pembentukan tim gugus tugas sampai tingkat kecamatan hingga desa/kelurahan bisa menjadi salah satu opsi. Semoga kita semua bisa menghadapi pandemi ini, taklupa selalu berdo’a kepada Allah swt dengan memohon kesehatan dan kekuatan. Serta mari kita saling memberi semangat dan menguatkan sesama, karena pandemi ini adalah masalah kita bersama.

*) Penulis merupakan Anggota Majelis Tabligh PWM Jawa Timur

Editor: Suhartatok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here