PIJARNews.ID – Riset Sosial Politik oleh Kedai Jambu Instinstute (KJI) yang akan diselenggarakan Sabtu-Minggu 2-3 Februari 2019 di Wonosalam Training Center (WTC) Jombang dimaksudkan sebagai upaya mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.

Hal itu disampaikan Moh. Khoirul Abduh, M.Si Ketua Kajian Kebon Jambu dalam keterangan melalui sambungan seluler kepada PIJARNews.ID Kamis, (31/1).

Abduh menambahkan, KJI merupakan sub lembaga dibawah naungan Kajian Kebon Jambu yang konsen terhadap pemikiran dan riset ilmiah.

Bagi Mantan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur ini, bahwa kegiatan ilmiah yang dilandaskan pada analisis dan kontruksi yang dilakukan secara metodologis, sistematis, dan konsisten bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran sebagai salah satu manifestasi hasrat manusia untuk mengetahui apa yang sedang dihadapinya.

“Penting mengungkapkan sesuatu berdasarkan data. Hari ini kita terlalu banyak disuguhi informasi yang belum tentu kevalidan datanya. Dengan begitu, minim ilmiah karena semua merasa benar dan seakan ingin tampil sebagai pengamat. Meskipun tanpa menggunakan cara-cara ilmiah atau berbasis data,” papar Abduh.

Dengan agenda workshop riset sosial itu, setidaknya memberikan pengetahuan kepada peserta akan pentingnya sebuah metode ilmiah. “Yang awalnya bicara ‘pokoknya’ saat ini harus dirubah menjadi lebih literatif. Itulah bentuk kemajuan sebuah peradaban,” pungkasnya.

Dalam workshop tersebut akan dihadiri para praktisi dan pakar riset sosial politik, seperti: Aribowo, M.Si (PusDeHAM Surabaya), Nukman Iskandar
(Statistika Indonesia Riset) Nugroho Noto Susanto (Praktisi Pemilu), Ahmad Jayadi (CSIS Jawa Timur), Prof. Candra Fajri Ananda (Praktisi jPendanaan dan Jaringan), Dhimam Abror Juraid (Senior Praktisi Media Indonesia) dan lain-lain. (AK)

BACA JUGA :  Bikin 10 Buku Sekali Terbit, Prodi Ilmu Komunikasi UMM Pecahkan Rekor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here