Salah satu teknik dari 10 tata cara memanah dalam Islam (Etiz/PIJARNews.ID).

PROBOLINGGO, PIJARNews.ID – Selain berkuda dan berenang, memanah juga termasuk olah raga yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad S.a.w. Dan sekarang mulai tumbuh komunitas-komunitas memanah di berbagai daerah, seperti komunitas Probolinggo Horsebow Archery Brotherhood atau Panji Laras.

Ketua Komunitas Panji Laras Yusri Asher, saat di temui pada kegiatan memanah di Glaser Probolinggo (14/06), menceritakan awal mula kecintaan dengan kegiatan memanah di Probolinggo. “Saya memulai panahan pada tahun 2017. Waktu itu masih menggunakan busur jenis standart bow, hingga berjalannya waktu, saya jatuh cinta kepada panahan horsebow yang kecil, ringan dan elegan”, ungkapnya.

Dari kecintaan itu, Yusri terus mendalami dunia panahan. Pada akhirnya bulan Agustus 2019, Yusri resmi mendirikan Komunitas Panjilaras yang berpusat di Kraksaan, Kabupaten Proboolinggo.

Menurut Yusri, ada perbedaan mendasar dari peralatan yang mereka gunakan dengan standart Persatuan Panahan Indonesia (Perpani). “Panji Laras ini berada di naungan Persatuan Pemanah Berkuda Indonesia (PERDANA) yang berada di Komisi 5 Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Bagian Horseback Archery (HBA) yang hanya menggunakan busur Horsebow dengan anak panah dari bahan alami seperti kayu dan bambu”, terangnya.

Komunitas Panji Laras rutin mengadakan latihan seminggu dua kali (Sabtu dan Ahad). Sebanyak lebih dari 20 anggota selalu hadir dalam latihan. Latihan itu sendiri juga dikombinasikan dengan menggunakan kuda saat memanah.

BACA JUGA :  Bagi-bagi Ribuan Paket Sembako, Mukayat Al Amin: Bentuk Ikhtiar Ta'awun Pemuda Muhammadiyah

Selain Panji Laras, ternyata ada juga komunitas panahan Persatuan Pencinta Seni Panahan Nusantara (Perpaspan), yang pusat latihannya terletak di lapangan tembak Yon Zipur 10 Kostrad Probolinggo.

Foto bersama dengan beberapa anggota setelah latihan (Etiz/PIJARNews.ID).

Dua komunitas ini berkomitmen untuk terus mensyiarkan panahan lebih luas lagi. Terbukti dengan berjalannya waktu setiap komunitas anggotanya terus bertambah. Bagi anggota baru yang belum mampu membeli busur sendiri, akan disediakan dan diberi latihan cara memanah dan membidik sasaran.

Mengenai tempat, tanah di dekat glaser ini akan diproyeksikan menjadi tempat latihan panahan yang baru di Kota Probolinggo. “Lokasinya yang strategis, akan menjadi pemicu bagi orang-orang untuk tertarik ikut berlatih panahan. Siapa tahu nanti sekolah-sekolah juga berminat untuk mengadakan ekstra panahan”, harapan Mistari salah satu anggota Komunitas Perpaspan.

Memang di Probolinggo sendiri, kata Mistari, masih banyak sekolah yang belum mengadakan ekstra panahan, padahal untuk prestasi non akademik, panahan bisa menjadi pilihan yang baik. Karena sering juga diselenggarakan lomba dari tingkat daerah hingga nasional.

Reporter: Pak Etiz Editor: Suhartatok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here