Foto Fawwaz M Aljawi (Fauzi/PIJARNews.ID).

LAMONGAN, PIJARNews.ID – Perkumpulan Anak Nelayan Lamongan (PANEL) merasa kecewa dengan kebijakan Kementerian Perikanan dan Kelautan (PPK), yang mengizinkan kembali delapan alat tangkap ikan yang sebelumnya dilarang. Hal itu disampaikan dalam menanggapi beberapa kebijakan Edhy Prabowo, Menteri KKP, yang dianggap melukai hati nelayan dan mengancam terhadap keseimbangan ekosistem laut.

“Sebagai anak nelayan, saya kecewa, sebenarnya kebijakan itu menguntungkan kapal-kapal besar. Sedangkan nelayan kecil cuma bisa gigit jari melihat hasil tangkapan kapal-kapal besar itu,” Kata Fawwaz M Aljawi, Ketua Umum PANEL melalui pesan tertulis kepada PIJARNews.ID, Rabu (17/06/2020).

Fawwaz juga menambahkan, bahwa keluarnya peraturan izin ekspor bibit lobster dan alat penangkap ikan menambah kekecewaan dan keresahan nelayan terhadap Edhy Prabowo yang selama ini kebijakannya sering mendapat kritikan karena tidak berpihak kepada nelayan kecil dan merusak ekosistem laut.

“Nelayan kecil dan pelestarian keseimbangan ekosistem laut tidak jadi prioritas dalam pengambilan kebijakan, disitu yang bikin nelayan geram dan kecewa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Fawwaz menanggapi banyaknya dorongan masyarakat kepada Presiden Jokowi untuk mereshuffle Menteri KKP Edhy Prabowo dengan orang yang kompeten dan mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan maju dalam bidang kelautan dan perikanan.

“Menurut saya, itu hak konstitusional seorang presiden ya, tapi kalau presiden mau mendengar keluhan nelayan kecil dan mengevaluasi kinerja KKP yang kebijakannya sering mendapat kritikan, saya yakin pasti diganti,” tandasnya.

BACA JUGA :  Mahasiswi UMM Wakili Bali di FESyar 2020 Bank Indonesia Tingkat Nasional

Sementara itu, dilansir dari KOMPAS.Com, alat-alat penangkapan ikan yang diizinkan kembali itu berupa pukat hela dasar (trawl) udang, payang, serta cantrang dan sejenisnya yang tergolong pukat tarik (seine nets).

Selain itu, ada juga pancing berjoran, pancing cumi mekanis, huhate mekanis, pukat cincin pelagis kecil, dan pukat cincin pelagis besar dengan dua kapal.

Reporter: R. Fauzi Fuadi Editor: Agiel LP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here