Kelompok lomba mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang. (Ade/PIJARNews.ID)

MALANG, PIJARNews.ID – Kelompok lomba mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang baru-baru ini (22/6) memenangi Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) Nasional di Ajang Nursing Competition yang diselenggarakan STIKES Surya Global Yogyakarta.

Tim yang terdiri dari tiga orang ini, yakni M. Dodik Prastiyo, Khoiroh Yeroh dan Syafira Aulia Rahmah mengusung penelitian upaya peningkatan pengetahuan pasien terhadap penyakit gagal ginjal kronik melalui tim pendamping yang mereka namakan dengan “Renal Rangers”.

Dodik Prastiyo, ketua kelompok mahasiswa asal Banyuwangi mengungkapkan, “Penyakit gagal ginjal kronis menjadi penyakit yang diderita secara global dengan prevalensi yang kian meningkat”, ucapnya kepada PIJARNews.ID, Kamis (26/6).

Hal ini dapat terjadi, kata dia, akibat minimnya pengetahuan keluarga dalam memotivasi pasien guna memenuhi asupan cairan dan diet yang tepat. Sehingga diperlukan upaya perawat dalam meningkatkan peran kolaboratif keluarga untuk meningkatkan efikasi diri atau upaya penyembuhan mandiri pasien.

Lebih lanjut, Dodik yang merupakan mahasiswa angkatan 2017 ini, menjelaskan tujuan dari penelitian mereka untuk meningkatkan pengetahuan pasien terhadap penyakit Gagal Ginjal Kronis melalui pendekatan keluarga.

Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, yang berasal dari berbagai jenis literatur. “Kami gunakan referensi yang relevan, kemudian diurutkan dan dianalisis secara deskriptif argumentatif serta ditarik kesimpulan sesuai dengan tujuan penelitian”, ungkap ketua kelompok mahasiswa UMM yang berhasil maeraih juara III di lomba yang diikuti mahasiswa se-Indonesia ini.

BACA JUGA :  Islamisme, Dehumanisasi dan “Stomme Hond”

Berdasarkan telaah pustaka mereka, sebuah dukungan keluarga, baik dari anggota keluarga maupun relasi, ternyata dapat berperan dalam meningkatkan keyakinan pasien dalam menjalani masa pengobatan. Dukungan itu dapat berupa motivasi atau informasi.

“Pendidikan dan informasi terkait penyakit gagal ginjal kronis, dapat diperoleh melalui Renal Rangers, yakni tim pendamping dari masyarakat. Selain edukasi, terdapat progam pelatihan home blood pressure monitoring bagi pasien”, imbuhnya.

Edukasi diberikan menggunakan media booklet dan peserta diberi lembar monitoring diet. Pada lembar tersebut perlu diisi secara mandiri dengan dampingan keluarga, dengan menuliskan intake dan output cairan secara berkala, sebagai evaluasi capaian pasien selama proses pendampingan.

Pada tahap awal pasien akan melakukan diskusi bersama fasilitator terkait dengan penyakit ginjal kronis. Selanjutnya pemberian pengetahuan untuk mengubah gaya hidup sehingga tercapai efikasi diri pasien.

Tahap berikutnya, sambung Dodik, yang merupakan Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan ini, pasien diminta untuk berbagi informasi kepada keluarga tentang materi yang sudah dipelajari. Tahap ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan untuk menjaga kesehatan serta meningkatkan harga diri pasien.

Atas raihan membanggakan ini, Dodik dan semua anggota kelompoknya mendapat apresiasi berupa uang pembinaan, piagam penghargaan dan trophy dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Reporter: Ade Candra Editor: Ahmad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here