Nadia Rahma Shafira saat meraih Juara 1 pada Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah (FESyar) Bank Indonesia tingkat Provinsi Bali (Ade/PIJARNews.ID).

MALANG, PIJARNews.ID – Mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nadia Rahma Shafira, yang telah meraih Juara 1 pada Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah (FESyar) Bank Indonesia di tingkat Provinsi Bali (19/06), akan mewakili Provinsi Bali di tingkat Nasional pada ajang yang sama, Oktober mendatang.

Mahasiswi angkatan 2018 ini, ikut di cabang lomba Model Bisnis Syari’ah dan menang melalui ide bisnis start-up bernama “Halal Butcher’s Bali”. Halal Bucther’s Bali, merupakan platform berbasis aplikasi mobile yang bertujuan untuk menghubungkan para pemotong dan penyetok daging, dengan pembeli daging yang berlandaskan syari’ah.

“Terbentuknya gagasan membangun start-up ini dikarenakan banyaknya wisatawan luar Bali, baik dalam maupun luar negeri yang berlibur ke Bali. Hal ini tentunya menjadi peluang besar bagi para pelaku industri dibidang kuliner. Khususnya penyedia makanan halal karena adanya wisatawan muslim”, kata Nadia.

Dilanjutkan Nadia, yang menjadi keraguan di Bali yaitu makanan hewani. Kekhawatiran ini terletak pada proses penyembelihan sampai pendistribusian, semua harus benar-benar sesuai syari’at Agama Islam sehingga terjaga kehalalannya.

“Oleh karena itu, dengan adanya aplikasi Halal Butcher’s Bali ini, bisa menjadi media yang sangat berguna, dengan adanya simbiosis mutualisme, antara penyetok daging dan pemotong daging, yang terjamin kehalalannya dan berjalan sesuai prinsip syariah”, terang mahasiswa asal Kabupaten Buleleng, dihubungi Selasa (23/06/2020).

BACA JUGA :  Kerja Sama Baksos Yayasan Baiturrahman dengan SMA Kertajaya di Surabaya

Start-up Halal Butcher’s Bali, mengunakan metode penta helix, untuk memastikan kehalalan supply chain dalam mendistribusikan daging potong pada konsumen. Adanya Tim manajemen halal yang bertugas untuk memastikan segala proses terjamin kehalalannya dengan Sistem Jaminan Halal (SJH).

Projek aplikasi yang dikerjakan bersama temannya Fachradina Yuniar dari Universitas Pendidikan Ganesha ini, bakal diadakannya pelatihan dan edukasi hingga pengimplementasian SJH bagi para pelaku industri.

“Selain itu, adanya checklist audit untuk dilaporkan ke LPPOM MUI melalui CEROL-SS23000 atau sistem pelayanan sertifikasi halal dari LPPOM MUI secara online setiap 6 bulan sekali, dilanjutkan dengan management review sehingga daging yang didistribusikan dijamin kehalalannya”, ujar Nadia.

Nadia menyadari, butuh banyak pihak agar aplikasinya dikenal luas. Adapun stakeholder yang akan digandeng yaitu akademisi, pelaku industri, komunitas, pemerintah dan media.

“Hal yang kami lakukan untuk memperkenalkan Halal Butcher’s Bali ini dengan terus mempromosikan melalui media cetak maupun sosial, hingga menggunakan public figure muslim sebagai brand ambassador”, pungkasnya.

Reporter: Ade Candra Editor: Suhartatok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here