Ketua Komisi VIII DPR RI, foto diunduh dari dpr.go.id - (Arifin/PIJARNews.ID).

SURABAYA, PIJARNews.ID – Dugaan penganiayaan yang dilakukan dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Suis, M.Fil kepada Wakil Direktur Pascasarjana Achmad Nur Fuad menjadi perhatian Komisi VIII DPR RI. Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengatakan, ini kampus membawa nilai-nilai  agama, sehingga tidak layak dan tidak pantas melakukan pemukulan.

“Saya minta proses hukum tetap dilanjutkan. Aksi kekerasan tak boleh terjadi di kampus mana saja.  Ini malah terjadi di kampus Islam, saya kutuk keras”, ungkap Yandri lewat sambungan telpon pada Kamis (13/8) yang dilansir dari Radar Surabaya.

Tidak menjadi ucapan saja, Yandri juga segera bicara dengan pejabat-pejabat terkait di Kementerian Agama untuk menindak sang oknum. Ia juga minta Rektorat Unisa tidak mendiamkan kasus tersebut.

“Saya akan sampaikan ke Kementrian Agama, dosen seperti itu dipecat saja agar ada efek jera’’, tegasnya. Yandri tidak ingin terjadi kekerasan di lingkup pendidikan kembali dilakukan.

Menyoroti pula desas-desus pihak kampus akan mendamaikan keduanya. Yandri menyambut baik pihak rektor Uinsa. “Silahkan untuk memfasilitasi perdamaian, tapi saya harapkan proses hukum tetap berjalan”, tuturnya.

Selain itu, koordinator penasehat hukum korban Achmad Riyadh siap untuk membantu korban selama proses hukum.

Seperti yang dilansir dari zonasatunews, usai mendampingi korban saat pemeriksaan pada Kamis (13/8) pagi, pihak kuasa hukum sudah mempersiapkan apa yang dibutuhkan dalam proses selanjutnya. Salah satunya saksi di lokasi ketika dugaan penganiayaan terjadi.

BACA JUGA :  Komisi V DPR RI Apresiasi Pembangunan Program KOTAKU di Bangkalan

“Kami sudah persiapkan beberapa saksi yang ada di lokasi ketika dugaan penganiayaan ini terjadi”, pungkasnya.

Editor: Arifin Editor: Sultan Al Farisy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here