PIJARNEWS.ID – Meskipun secara formal belum mendeklarasikan diri sebagai pegiat dan peduli lingkungan hidup, namun keberadaan Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) sudah bisa dirasakan. Bahkan, kumpulan anak muda ini sudah bergerak dan melaksanakan kegiatan-kegiatan produktif di Kota Surabaya.

Misalnya, KHM ini selalu hadir dan mendampingi polemik Waduk Sepat sajak tahun 2018. Setidaknya, keberadaan KHM ini membawa arah gerakan baru, yakni kesadaran akan lingkungan di masyarakat sekitar. Sumber daya manusia di sana sedikitnya terangkat. Karenanya, kedepan pegiat itu akan melakukan Pendidikan Lingkungan Hidup (Diklup) perdana.

Pendidikan lingkungan dengan mengangkat tema ‘Menyemai Gerakan Hijau, dalam Ekspresi Dakwah Pencerahan Muhammadiyah’ sangat relevan dalam kehidupan keinian yang rencananya akan dilangsungkan awal pekan Mei 2019 mendatang.

Pendidikan ini diinisiasi setelah sebagian anggota KHM yang melakukan silaturrahim dengan Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta pada awal April 2019 kemarin, mereka telah mendapat respon yang baik.

“Kita merasa telah mendapat pesan dan respon baik dari PP MLH Muhammadiyah, oleh Bapak Hery Setiawan, beliau menuturkan bahwa gerakan-gerakan seperti ini tentu sangat penting untuk dikembangkan, Muhammadiyah sejak awal telah menyadari, bahwa gerakan penyelamatan dan perlindungan lingkungan hidup merupakan kewajiban sekaligus amanah yang harus diemban, dalam rangka membangun masyarakat sejahtera yang diridhoi Allah SWT. Selain itu bapak Dr. Gatot Supangkat, Sekjen MLH PP Muhammadiyah yang dihubungi secara terpisah, beliau juga telah memberi sambutan baik atas silaturrahim sebagian anggota KHM, beliau berharap KHM nantinya dapat menjadi sayap Gerakan Muhammadiyah dalam misi menyejukkan kehidupan di bumi”. – Tutur Fachruddin selaku ketua panita Diklup KHM.

“Selain itu kita juga menerima masukkan dari sebagian aktivis-aktivis muda prograsif Muhammadiyah. Dari pertemuan tersebut, kami mendapat kesimpulan bahwa mereka semua berharap KHM harus memiliki nafas panjang pergerakan, salah satu caranya harus memperkuat internal, kerana permasalahan lingkungan hidup ini adalah persoalan yang cukup serius dan pasti akan menemui lawan-lawan yang lumayan berat, KHM harus menyiapkan SDM yang ahli dan mumpuni kedepan. Sehingga kita juga perlu dukungan dari tokoh-tokoh lain dalam Muhammadiyah.”– Tutur Fachruddin.

Menurut Milada RA Ketua Umum KHM, “Gerakan-gerakan komunitas seperti ini sebenarnya telah banyak bermunculan dalam Muhammadiyah, namun masih belum cukup terlihat dalam persoalan lingkungan hidup. Saat Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar, pola dakwah pembaharuan Muhammadiyah pada abad pertamanya, telah dipersambungkan dengan pola dakwah pencerahan pada abad kedua ini. Dakwah pencerahan merupakan aktualisasi misi dakwah yang dinamis, yang menekankan pada proses gerakan yang membebaskan, memberdayakan dan memajukan kehidupan masyarakat. Model dakwah pencerahan tersebut salah satunya diaplikasikan dengan keberadaan gerakan-gerakan dakwah berbasis komunitas seperti ini, sehingga KHM hadir untuk turut serta dan ingin memberi berkontribusi atas berbagai masalah bangsa yang semakin heterogen, khususnya masalah sosial-ekologis yang semakin meluas dan sangat minim perhatian di Indonesia.”

BACA JUGA :  Relawan Bencana di Pamekasan Semprot Cairan Disinfektan Setiap Mobil Datang

AM Assyifa’ Sekertaris Umum KHM menambahkan, “Terkait keberadaan KHM ini bermula dari konteks yang kita semua tidak rencanakan sebelumnya, anggota KHM yang ada telah disatukan dalam lokasi-lokasi konflik saat melakukan aksi-aksi pendampingan kasus lingkungan hidup, terutama kita yang ada di kota Surabaya, pada sekitar tahun 2016 kita telah ikut melakukan pembelaan pada warga yang digusur Pemkot Surabaya demi pembangunan taman kota terbesar di Asia Tenggara,berlokasi di wilayah Keputih Tegal Timur Baru (KTTB), namun warga akhirnya kalah.”

“Selanjutnya kita memantau kasus yang justru ada lebih lama lagi di kota Surabaya, kasus tukar guling Waduk Sapat seluas 6,7 H sejak tahun 2008, sampai sekarang akan dibangun perumahan elit PT Ciputra Surya, dari situlah perasaan emosional kita terbentuk, kita mengenal komunitas-komunitas lain di luar Muhammadiyah telah aktif dalam masalah lingkungan hidup, sehingga atas pengalaman lapangan itulah kita sebagian kader-kader Muhammadiyah merasakan bahwa kita harus memikirkan potensi kawan-kawan Muhammadiyah yang telah bergerak disini, dari berbagai dukungan komunitas-komunitas lain, kita akhirnya mendapat pengetahuan dan pengalaman lebih, terutama kita mendapatkan bahwa betapa pentingnya kita harus mulai melihat permasalahan lingkungan hidup ini menjadi masalah yang serius pada abad ini dan kedepan.”, Tutur AM Assyifa’.

Atas kesadaran itulah Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) mengadakan Pendidikan Lingkungan Hidup, kegiatan ini adalah forum pendidikan yang diadakan bagi para calon pengurus KHM yang akan mendirikan KHM di daerah masing-masing. Bagi setiap kader Muhammadiyah dimana saja yang ingin mengikuti pendidikan tersebut, bisa dipantau akun Instagram Kader Hijau Muhammadiyah (@kaderhijaumuhammadiyah).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here