Mukayat Al Amin Sekretaris Komisi III LSF RI, saat mengisi Webinar Budaya Sensor Mandiri - (Red/PIJARNews.ID).

Editor: Ahmad

WEBINAR, PIJARNews.ID – Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI) telah menyelenggarakan Webinar Budaya Sensor Mandiri dengan tema “Sensor Film dan Literasi Media Pemuda untuk Indonesia Maju”, Selasa (25/8) pukul 09.00-12.30 WIB.

Dalam kesempatan seminar tersebut, Mukayat Al Amin selaku Sekretaris Komisi III LSF RI menyampaikan bahwa peran pemuda sangatlah besar dalam membangun bangsa dan negara ini.

Sebagaimana catatan panjang sejarah negara, kata Mukayat sapaan akrab Mukayat Al Amin, pemuda selalu berada dalam garda terdepan perubahan bangsa baik sebelum kemerdekaan, orde lama dan orde baru hingga sampai dengan masa reformasi.

“Oleh karena itu, LSF mengajak seluruh elemen pemuda Indonesia untuk menjaga bagian dari perubahan baik dalam sektor kebudayaan, salah satunya adalah mejadi bagian dari Budaya Sensor Mandiri”, ungkap Mulayat.

Budaya Sensor Mandiri merupakan sebuah kerja kebudayaan, dimana masyarakat bisa memilah dan memilih tontonan yang sesuai klasifikasi umur yang mendidik.

Mukayat Al Amin dalam siaran langsung memalui youtube – (Red/PIJARNews.ID).

Lebih lanjut, Mukayat menguraikan, dalam klasifikasi usia menurut Undang-undang Perfilman Nomor 33 tahun 2009, masyarakat bisa menyesuaikan klasifikasi usia penonton yang meliputi 4 klasifikasi yaitu, segala umur, usia 13+, usia 17+, dan usia 21+.

“Oleh karena itu, dalam rangka mendapatkan tayangan yang pas dan sesuai umur serta memilah dan memilih tayangan yang tepat, inilah kemudian kami melibatkan pemuda Indonesia untuk melek terhadap literasi perfilman dan menjadi bagian dari kampanye Budaya Sensor Mandiri”, pungkas Mukayat.

BACA JUGA :  Tidak Asal Semprot, Pemuda Desa Ini Beri Penyuluhan Kesehatan pada Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here