Nakes melakukan rapid test yang digelar Pemerintah Kota Malang ©Liputan6.com
Nakes saat melakukan rapid test yang digelar Pemerintah Kota Malang, foto diambil dari Liputan6.com - (Tyo/PIJARNews.ID).

Editor: Ahmad

MALANG, PIJARNews.ID – Ratusan tenaga kesehatan (Nakes) yang menangani Covid-19 di Kota Malang, khususnya mereka yang bertugas di rumah sakit umum daerah dan 16 Puskesmas, harus menunggu pencairan intensif penanganan Covid-19.

Pasalnya, hingga kini anggaran intensif dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) snilai 2,55 miliar rupiah belum disalurkan kepada kurang lebih 340 Nakes di Kota Malang.

Dilansir dari malangtimes.com, Wasto selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang mengatakan, sumber dana insentif Nakes khusus penanganan Covid-19 bersumber dari Kemenkes. Prosesnya secara detail diatur oleh instansi terkait, dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.

“Sumber dana di Kementerian, proses pencairannya secara detail sudah atau belum itu, sejauh apa itu Dinas Kesehatan,” paparnya, Jum’at (11/09/20).

Sementara itu, Sri Winarni, Plt Kepala Dinkes Kota Malang menambahkan, bahwa yang menjadi salah satu kendala tersendatnya penyaluran insentif Nakes saat ini karena belum selesainya proses administrasi.

Menurut rinciannya, intensif akan diberikan untuk 153 Nakes dari RSUD Kota Malang, sedangkan dari 16 Puskesmas ada sebanyak 187 Nakes. “Saat ini masih proses di administrasi, semoga bisa secepatnya”, tuturnya.

Besaran dari intensif yang akan diberikan kepada para Nakes di Malang tersebut, dikatakannya sesuai dengan aturan yang ada di Peraturan Kementrian Kesehatan (Permenkes) berdasarkan pada masing-masing kasus Covid-19 yang ditangani oleh petugas medis.

BACA JUGA :  Waspada COVID-19, Ponpes Karangasem Adakan Penyuluhan Kesehatan

Untuk dokter spesialis akan diberikan intensif dengan besaran tertinggi yakni Rp 15 juta perbulan. Sementara untuk para tenaga medis seperti perawat dan bidan senilai Rp 7,5 juta. Sedangkan sekitar Rp. 6,5 juta untuk para medis penunjang lainnya.

Nominal anggaran Nakes dalam penanganan Covid-19 telah diajukan pihaknya kepada Kemenkes untuk bulan Maret, April dan Mei 2020. “Itu untuk insentif di bulan Maret hingga Mei 2020, tapi masih kami proses”, pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here