Rapat Pleno KPU Mojokerto - (TAN/PIJARNews.ID)

Editor : Sultan Al Farisy

MOJOKERTO, PIJARNews.ID – Dalam Pilkada Serentak Lanjutan tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebanyak 820.640 Pemilih. Jumlah tersebut ditetapkan pada Sidang Pleno yang bertempat di Aula KPU Mojokerto pada Senin (14/9) kemarin.

Pleno tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Pemerintah Kabupten Mojokerto, Bawaslu beserta seluruh Divisi PHL Panwas Kecamatan dan perwakilan dari partai politik.

“Sebanyak 820.640 pemilih dalam daftar pemilih sementara (DPS) ini terdiri dari pemilih laki-laki 408.091 orang dan sisanya sebanyak 412.549 perempuan”, ucap Vikhie Risdianto Komisioner KPU Mojokerto selaku Divisi Perencanaan, Data dan Informasi.

Dikatakan juga, DPS yang tersebar di sebanyak 304 Desa ini, merupakan hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP). Dari coklit itu, lanjut Vikhie, akhirnya menghasilkan Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) yang kemudian ditetapkan dalam DPS.

Dalam kesempatan tersebut juga, Kadispendukcapil Kabupaten Mojokerto, Bambang Wahyuadi menyatakan siap untuk terus berkoordinasi dalam pemutakhiran data pemilih.

“Jika ada kendala terkait pemilih pemula yang belum rekam data, silahkan berkoordinasi dengan kami”, seru Bambang.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Afidatusolikha berjanji bahwa pihaknya memastikan tidak ada pemilih pemula yang hak pilihnya raib. “Kami akan pastikan pemilih pemula tersebut masuk sebagai pemilih, jika memang memenuhi syarat sebagai pemilih”, tegas dia.

BACA JUGA :  Aksi Mahasiswa Penolak Tambang di Pamekasan Berakhir Ricuh
Foto Bersama: KPU Mojokerto, Dispendukcapil dan Bawaslu Mojokerto saat penyerahan BA DPS – (TAN/PIJARNews.ID).

Afida sapaan akrab Afidatusolikha juga mengapresiasi kinerja KPU pada tahapan pemutakhiran ini. Namun ia mengingatkan masih akan ada pemuktahiran di waktu mendatang.

Itu terjadi, sambung dia, karena adanya perubahan data pemilih. Ia mencontohkan pemilih pemula yang belum melakukan perekaman data tapi memenuhi syarat sebagai pemilih.

“Untuk itu, kami beserta jajaran Bawaslu beserta PKD Desa akan terus intens melakukan pengawasan melekat. Ini untuk memastikan terjaganya hak pilih masyarakat pada pilkada mendatang”, tegas Afida. (ZAL/TAN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here