Penyetoran sampah pertama di Bank Sampah "Banter" (To/PIJARNews.ID).

Editor : Sultan Al Farisy

MALANG, PIJARNews.ID – Lima orang Mahasiswa Program Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (PMM-UMM) Kelompok 37, mendirikan Bank Sampah di Desa Baran Tempuran, Kecamatan Cemorokandang, Kabupaten Malang, Rabu (23/9/2020). Pendirian Bank Sampah tersebut merupakan perwujudan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan.

Pembukaan bank sampah baru di wilayah RT 02 RW 06 ini merupakan hasil kerjasama para mahasiswa dengan Ketua Bank Sampah Eltari, Efrida Hartini beserta masyarakat setempat. Bank sampah yang bernama Banter ini bertempat di kediaman Ketua RT 02 Desa Baran Tempuran.

Efrida menjelaskan pentingnya pengolahan sampah untuk kelestarian lingkungan serta meningkatkan kreatifitas warga. ”Dengan adanya bank sampah menjadikan warga kreatif dengan mendaur ulang sampah an-organik menjadi barang yang bisa berguna di kehidupan sehari-hari dan bernilai jual tinggi”, ucapnya.

Pencatatan-buki-tabungan-Bank-Sampah-Banter
Pencatatan tabungan di Bank Sampah PMM 37 UMM (Tyo/PIJARNews.ID).

Ia juga menerangkan beberapa contoh hasil pengolahan sampah bernilai ekonomis yang bisa menjadi tambahan pemasukan ekonomi.

“Contohnya yang sudah saya buat tikar dari berbagai bungkus makanan yang bisa dijual, baju dari sampah an-oranik yang bisa disewakan. Begitu pula tempat pensil dari botol bekas. Tergantung bagaimana kita berkreasi dalam mendaur ulang sampah menjadi pemasukan ekonomi saat pandemi Covid-19 ini”, tambahnya.

Sebelumnya, 6 September lalu kelompok PMM 37 beserta Efrida telah melakukan sosialisasi bank sampah ke warga setempat. Juga disosialisasikan tentang pengolahan sampah an-organik untuk didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomis.

BACA JUGA :  Inovasi Pasar Gratis oleh Sekelompok Pemuda di Malang

Ketua PMM 37 UMM, Wyls Ratna Puspita menjelaskan jika sampah rumah tangga yang senantiasa dihasilkan warga menjadi alasan program ini dibuat.

“Sampah tidak bisa lepas dari rumah setiap orang, baik itu sampah organik maupun an-organik. Jika salah pengelolaan mengakibatkan pencemaran lingkungan”, ujarnya. Untuk itu, pihaknya memprakarsai pemanfaatan sampah yang berguna bagi lingkungan dan menguntungkan masyarakat.

Problem itu yang mendorong dirinya bersama sejumlah mahasiswa lain untuk mengabdikan diri di bidang lingkungan. ”Karena itu kami  membangun Bank Sampah Banter”, tutup Wyls.

Kelompok PMM dibawah bimbingan Amir Syarifuddin ini berharap bahwa bank sampah baru ini dapat membantu warga dalam mengolah sampah dan melestarikan lingkungan, tentu pengolahan semoga bisa berjalan dengan lancar dan berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here