Diskusi Aliansi Poros Suwandak di Lumajang (Mzn/PIJARNews.ID).

Reporter: Mizan Editor: Suhartatok

LUMAJANG, PIJARNews.ID – Bertepatan dengan memperingati Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020, sejumlah elemen pemuda di Lumajang mengadakan diskusi kebangsaan di gazebo alun-alun Kabupaten Lumajang, Kamis (01/10/2020) pukul 16.00 WIB.

Mereka yang menamai diri dalam Aliansi Poros Suwandak, terlihat cukup antusias dan serius dalam membincangkan sejarah Pancasila di Indonesia.

Sesaat sebelum kegiatan diskusi dimulai, Aliansi yang terdiri dari IMM Lumajang, HMI Lumajang, Lumajang Progresif (LP), KP2L (Komunitas Pemuda Peduli Lumajang) dan GSNI, melakukan tabur bunga dan berdo’a di Petilasan Arya Wiraraja sekaligus di Taman Makam Pahlawan Kabupaten Lumajang.

Diki, Ketua IMM Lumajang menjelaskan jika pemuda harus terus meneladani para perjuang atau pahlawan.

“Kegiatan seperti ini harus senantiasa dirawat dan dilestarikan. Agar sebagai kaum muda kita tahu dan mengerti, kalau tanpa darah juang pahlawan, mungkin kita masih dalam penjajahan. Untuk itu mari kita juga meneladani perjuangan mereka, para pahlawan, sehingga perjuangan mereka tidak sia-sia”, terangnya.

Senada dengan itu, Burhan Ketua Lumajang Progresif juga menyampaikan agar dikehidupan sehari-hari pemuda tidak lepas dari nilai-nilai Pancasila.

“Kita sebagai pemuda wajib mengambil hikmah dari pada nilai-nilai perjuangan para pahlawan yang telah gugur. Terlebih, kita juga harus dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari”, kata Burhan.

Sementara itu, Irur Ketua GSNI Lumajang sangat senang dan menyambut positif kegiatan tersebut. Baginya dengan kegiatan semacam ini kita akan mengetahui betapa para pahlawan telah berjuang segenap jiwa, raga dan hartanya untuk kemerdekaan bangsa ini.  Termasuk Hari Kesaktian Pancasila ini bukan hanya simbol semata, namun ada nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

BACA JUGA :  Giliran Tingkat TK-ABA, LazisMu RSI Aisyiyah Kota Madiun Memberikan Tunjangan Guru

“Selebihnya, kegiatan ini juga merupakan representasi dari apa yang pernah diucapkan oleh Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno tentang istilah Jas Merah (jangan sekali-kali melupakan sejarah) dan semangat gotong-royong”, pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here