Aksi tabur garam dan menutup akses jalan Suramadu, (Agiel/PIJARNews.ID).

Editor: Mamad

BANGKALAN, PIJARNews.ID – Aliansi Trunojoyo Bergerak menggelar aksi Tolak Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja dan Impor Garam di pintu masuk Jembatan Nasional Suramadu sisi Madura, Selasa (13/10/2020).

Aksi itu di warnai menaburkan garam hingga menutup akses Jembatan Suramadu. Rossy, Koordinator Lapangan Aksi Trunojoyo Bergerak menjelaskan kekecewaannya terhadap Pemerintah Pusat yang tetap melanjutkan pengesahan RUU Cipta Kerja.

“Padahal DPRD Kabupaten hingga provinsi dan bupati hingga Gubernur sudah menolak (RUU Cipta Kerja), namun Pemerintah Pusat tidak menghiraukan penolakan itu”, ungkapnya.

selain itu, menurut rossy, penaburan garam sebagai bentuk protes terhadap anjloknya harga garam di Pulau Madura. “Kami kecewa terhadap kebijakan impor garam yang dilakukan pemerintah, padahal produksi garam di Madura masih melimpah. Turunnya harga garam hingga RP. 400,- juga memperparah kekecewaan kami”, tambahnya.

sementara itu, massa aksi Trunpjoyo Bergerak yang bertahan hingga sore hari, berhasil menduduki kantor DPRD kabupaten Bangkalan. Selanjutnya, massa aksi menyampaikan aspirasi menggelar audiensi dengan anggota DPRD di dalam gedung DPRD kabupaten Bangkalan.

BACA JUGA :  Menuju HUT Cilacap, Danramil Komitmen Dukung Hingga Pelaksanaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here