Muzayyanah Sa'diyah (Mizan/PIJARNews.ID).

Editor: Ahmad

LUMAJANG, PIJARNews.ID – Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswi STIT Muhammadiyah Kabupaten Lumajang, Muzayyanah Sa’diyah perempuan asal Desa Jambekumbu, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, mengadakan lomba literasi berskala nasional, Selasa (10/11/2020).

Lomba literasi ini dilakukan secara online melalui grup WhatsApp. Muzayyanah Sa’diyah mengaku, bahwa lomba literasi yang sering digelar adalah bentuk kepeduliannya untuk terus melestarikan budaya baca tulis dalam kegiatan sehari-hari. Serta mengabadikan sebuah karya yang nantinya diterbitkan menjadi sebuah buku antologi yang ber-ISBN.

“Awal mula saya suka dengan dunia literasi sewaktu masih Sekolah Dasar. Namun, hobi tersebut tampaknya belum saya tekuni dengan sungguh-sungguh. Baru ketika saya sudah di Sekolah Menengah Atas sampai sekarang sudah duduk di bangku kuliah, saya baru menekuni hal tersebut dengan sering kali mengikuti lomba-lomba kepenulisan. Mulai dari menulis quotes, puisi, cerpen, esai, maupun novel”, ujarnya ketika diwawancarai PIJARNews.ID

Berbagai penghargaan dari perlombaan literasi banyak didapat oleh Muzay sapaan akrab Muzayyanah Sa’diyah. Mulai dari skala regional, nasional bahkan interasional. Seperti juara 1 Cerpen Collab yang diselenggarakan oleh Sinar Pena Amala 2020, 25 terbaik lomba cipta puisi tingkat nasional di Antaraksa dan Lintang Indonesia 2019, Top 50 Finalis International Youth Student Exchange (IYSE) 2020- Malaysia, Pemuda Delegasi Indonesia – Singapura 2020 Self Funded, serta masih babyak penghargaan-penghargaan yang lainnya.

BACA JUGA :  Bernama Kriyukz, Produk Fast Food Dampingan PDPM Mojokerto

Adapun buku yang sudah diterbitkan oleh Muzay adalah Sejuta Rasa dan Asa, Secercah Harapan, Meninggalkan Luka, The Death, Kematian Part 1, Cinta Dalam Suka dan Duka, serta puluhan antologi puisi serta cerpen.

Berawal dari sana, Muzay ingin terus membudayakan literasi dengan menyediakan ruang dalam sebuah perlombaan untuk mendompleng minat baca-tulis dari teman-teman semua.

“Insyaallah saya tetap berkomitmen untuk terus menerus mengadakan lomba kepenulisan guna memfasilitasi dari teman-teman yang ada di daerah maupun kota-kota besar yang ada di Indonesia untuk mewujudkan sebuah karya dengan kita bantu dalam proses pembukuan yang ber-ISBN”, pungkasnya.

Sekadar informasi, setiap kali lomba literasi yang diadakan oleh Muzayyanah Sa’diyah digelar, antusias penulis dari kota-kota yang ada di Indonesia begitu banyak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here