Resepsi Milad Muhammadiyah ke-108 di SMAMSA Surabaya (Dok. Pribadi/PIJARNews.ID).

Penulis: Pak Je

PIJARNews.ID – “Assalamualaikum pak je, ini Alfian guru smamsa. Saya mau telpon bisa pak?
Ngapunten mengganggu waktunya”, demikian bunyi pesan singkat di WA tanggal 11 November 2020. Saya jawab WA tersebut, “Maaf tadi handphone di rumah saya baru masuk rumah, “silahkan kalau mau call.” Obrolan via call WA tersebut saudara Alfian meminta saya menjadi nara sumber pada resepsi milad Muhammadiyah ke-108 di SMA Muhammadiyah 1 Surabaya (smamsa).

Tanggal 18 November 2020 telah tiba. Saya bangga menyaksikan semangat para guru dan kader IPM smamsa. Setelah pembukaan acara oleh kepala smamsa, tiba giliran saya memberikan kajian.

Saya mengawali kajian dengan memberikan informasi filosofi matahari. Inti dari filosofi matahari adalah kehadirannya memberi manfaat bagi kehidupan. Demikian juga semestinya kader Muhammadiyah kehadirannya harus bermanfaat. Sebagaimana sabda rasulullah, “Khairunnas Anfauhum linnas/sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain”.

Sebagai refleksi saya memgingatkan, alasan kyai Ahmad Dahlan memilih nama Muhammadiyah. Dari referensi buku AIK untuk perguruan tinggi Muhammadiyah, dijelaskan bahwa Muhammadiyah artinya pengikut nabi Muhammad SAW. Mengapa kita harus mengikuti nabi Muhammad? Karena perintah Allah dalam.al-Quran surat ali Imran 31. “Katakanlah jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku (nabi Muhammad) Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian, dan Allah maha pengampun dan penyayang.

Berdirinya Muhammadiyah sebagai wujud rasa cinta KH.A.Dahlan pada umat dan rakyat. Beliau ingin umat dan rakyat cerdas sejahtera dan berakhlaq mulia. Beliau memberikan pengajaran agama dan ilmu umum. Beliau bercita-cita pula agar umat dan rakyat beraqidah tauhid, ikhlas dalam beramal, dan berakhlaq Mulia.

BACA JUGA :  Virus Corona Mewabah, Dauroh Tahfidz XIV Tetap Digelar Sesuai Jadwal

Tokoh-tokoh Muhammadiyah telah membuktikan kecintaanya pada umat dan rakyat. Berdirinya NKRI ada peran tokoh-tokoh Muhammadiyah seperti Ir.Soekarno, Ki Bagus Hadi Kusumo, KH.Mas Mansyur, Jendral Sudirman, Mr.Muhammad Room, Mr.Kasman Singodimejo dll. Sehingga mustahil kalau kader Muhammadiyah akan merusak NKRI.

Tokoh-tokoh saat ini seperti Prof.Dr.Amien Rais, Buya Prof.Syafi’i Ma’arif, Prof.Dien Syamsudin, Prof.Haedar Nasir, Prof.Abdul Mu’thi dll juga bukti betapa peran Muhammadiyah dalam mbangun NKRI tidak diragukan lagi. Kalau ada orang yang meragukan kesetian Muhammadiyah pada NKRI berarti mereka ahistory. Saya juga mengingatkan agar kader IPM smamsa dan IPM pada umumnya serta warga Muhammadiyah jangan mau lagi diadu dengan Saudara kita Kaum Nadhiyin. Mereka adalah saudara kita yang bisa diajak bersama-sama membangun bangsa, negara dan agama.

Spirit berdakwah telah dicontohkan oleh tokoh masa lalu dan masa kini. Sedangkan masa yang akan datang ada dipundak kader IPM saat ini. Saya juga mengingatkan bahwa Muhammadiyah mampu bertahan sampai 108 tahun karena keikhlasan para kader dan warganya. Keikhlasan itu terwujud dari kebersihan aqidah dan kemurnian dalam beribadah. Diakhir kajian saya menegaskan teladani kebersihan aqidah, kemurnian ibadah dan kemulian akhlaq kader dan warga Muhammadiyah masa lalu dan masa kini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here