Gusdurian di Lumajang Peringati Hari Toleransi Sedunia

0
66
Diskusi Lintas Iman dilakukan Gusdurian di Lumajang (Mizan/PIJARNews.ID).

Editor: Ahmad

LUMAJANG, PIJARNews.ID – Dalam rangka memperingati Hari Toleransi sedunia yang jatuh pada tanggal 16 November kemarin, Komunitas pecinta Gus Dur (Gusdurian Lumajang) menggelar diskusi lintas iman bertajuk Indonesia ada karena keberagaman, Senin (30/11/2020) sore.

Kegiatan tersebut digelar di pelataran Koperasi Laskar Hijau, Kecamatan Randuagung dengan dihadiri oleh puluhan pemuda lintas iman yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat karena untuk Lumajang masih dalam zona merah.

Dalam acara tersebut, terlihat Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lumajang, Setiyoso Lastanto sebagai penyaji pada diskusi lintas iman. Ia menyampaikan bahwa kondisi bangsa Indonesia pada hari ini sedang tidak baik-baik saja terutama dalam menghargai dan menghormati antar satu dengan yang lain.

“Masih banyak kita temukan oknum-oknum yang ingin merusak dan memecahbelah bangsa ini, salah satu cara yang mudah untuk membuat bangsa ini rusak dan hancur adalah dengan membentur-benturkan keyakinan antar umat beragama”, ujar Ucok sapaan akrabnya.

Hadir juga selaku Koordinator Gusdurian Lumajang, Muhammad Riski Rama Duta ikut memberikan pandangan kepada peserta diskusi terkait pentingnya menjaga umat beragama.

“Kita hidup di Negara yang dasar-dasar kenegaraannya sudah jelas memberikan ruang bagi kita untuk hidup secara rukun dan berdampingan dengan adanya perbedaan, seharusnya Indonesia dapat menjadi rumah yang aman bagi kita semuanya. Sayangnya masih sering terjadi tindakan Intoleransi, mulai dari penolakan pembangunan rumah ibadah hingga pembunuhan”, ungkapnya.

BACA JUGA :  Sosialisasi Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota Zona VI, Asmawatie: Wujud Prinsip Terbuka Bagi Penyenggra Pemilu
Foto bersama usai diskusi (Mizan/PIJARNews.ID).

Selaku koordinator penyelenggara, Izzat Abdi berharap dengan diselenggarakannya kegiatan ini dapat memperkuat ikatan silaturahmi serta terjalinnya komunikasi yang erat antar umat beragama yang berbeda keyakinan sebagai bekal hidup berdampingan.

“Tidak menutup kemungikinan di Lumajang akan muncul konflik-konflik antar ummat beragama yang tentunya sangat tidak kita inginkan bersama, oleh karena itu penting kiranya kegiatan semacam ini terus diselenggarakan secara rutin sebagai langkah untuk merawat dan menjaga toleransi antar umat beragama”, tutupnya.