Pendapat Lain Atas Pihak yang Kecewa pada Hasil Musywil V DPW PAN Jawa Timur

0
69
Nu'man Iskandar Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (Amin/PIJARNews.ID).

Reporter: Amin Editor: Ahmad

JATIM, PIJARNews.IDKekecewaan kader Muhammadiyah pada hasil Musyawarah Wilayah (Musywil) V DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jatim, memicu pendapat dari sejumlah aktivis muda Muhammadiyah. Salah satunya disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Nu’man Iskandar.

“Sebenarnya cukup ambigu, sebab yang dimaksud kader Muhammadiyah itu yang bagaimana dan seperti apa? Misalnya, apakah kita masih meragukan kemuhammadiyahannya pak Masfuk atau Prof. Zainudin Maliki”, ucapnya saat dihubungi PIJARNews.ID, Minggu (20/12).

Nu’man menjelaskan, soal Prof. Zainudin Maliki yang tidak masuk sejak awal dalam formatur, itu karena Prof. Zainudin Maliki tidak bersedia sejak awal untuk maju menjadi Ketua DPW PAN Jatim, dan sekarang, dengan masuknya Prof. Zainudin Maliki dalam formatur tambahan, itu menunjukkan bahwa kepentingan Muhammadiyah setidaknya sudah diakomodir.

Memang, kader-kader Muhammdiyah yang ada di PAN Jatim, tambah Nu’man, perlu dievaluasi. Sebab, selama ini terlihat tidak melakukan perkaderan di dalam partai. Mereka yang ada di dalam partai, seolah hanya untuk kepentingan pribadi. Muhammadiyah hanya dijadikan label atau legitimasi bahwa mereka adalah representasi dari Muhammadiyah.

“Kita bisa melihat pada Pileg 2019 yang lalu, kader-kader muda Muhammadiyah yamg maju melalui PAN di Jatim, mereka berjuang sendiri. Hampir tidak ada arahan dan support senior mereka yang telah lama berkiprah di PAN. Akhirnya mereka berjuang di PAN dengan cara mereka sendiri”, ujarnya.

BACA JUGA :  Adakan Upacara Kemerdekaan, UMM Bangkitkan Semangat Perjuangan

Ajang Musywil PAN Jatim ini semakin menegaskan bahwa kader Muhammadiyah yang berada di PAN hanya bergaul dengan elit. Tidak heran jika kemudian, mereka tidak terpilih dalam formatur, karena tidak melakukan perkaderan di DPD dan DPC masing-masing.

“Kader PAN pada struktur tersebut justru lebih banyak dibina oleh yang lain. Kalau mereka tidak terpilih, kita tidak perlu kaget”, pungkasnya.