Mahasiswa Bojonegoro Bersama Aktivis Pertanian Kampanyekan Petani Mandiri Pupuk

0
29
Hasil pembuatan pupuk organik (Khoiris/PIJARNews.ID).

Editor: Ahmad

BOJONEGORO, PIJARNews.ID – Menghadapi mahalnya harga pupuk di masa pandemi ini, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bojonegoro dan Lembaga Survey Tani Ternak Muda (Lestari Muda) melakukan pendampingan pembuatan pupuk organik bersama kelompok tani Desa Ngampel Kecamatan Bojonegoro Kota, Minggu (20/12/2020).

Kegiatan tersebut bermula karena kecemasan terhadap kondisi pertanian yang semakin hari semakin menurun hasilnya, terlebih lagi sulitnya para petani untuk mendapatkan pupuk.

Samsul Huda, salah satu kader IMM Bojonegoro mengatakan bahwa sudah sepantasnya kita sebagai pemuda sadar akan masalah pertanian.

“Akhir-akhir ini petani cukup mengeluh akibat sulitnya mendapatkan pupuk. Sehingga pembuatan pupuk organik adalah satu bentuk solusi”, ungkap Samsul selaku Kader IMM yang sekaligus menjabat Ketua Komisariat Salman Al-farisi.

Proses pembuatan pupuk organik (Khoiris/PIJARNews.ID).

Sedangkan kegiatan pembuatan pupuk organik ini diprakarsai oleh Ngadi, seorang aktivis sosial dan juga pembina Lestari Muda. Ia juga kerap melakukan gerilya dari desa ke desa lainnya untuk mendidik petani mandiri pupuk.

“Kondisi pupuk hari ini sangat sulit untuk di dapat. Namun, hal ini jangan sampai membuat petani berhenti menanam, menanam adalah hidup. Maka harus kita perjuangkan bersama salah satunya dengan cara membuat pupuk sendiri dari bahan organik”, pesannya tegas.

BACA JUGA :  Ternyata Ini Penyebab Pertanian Tetap Tumbuh di Kuartal III