RBC Institut A. Malik Fajar
RBC Institut A. Malik Fadjar memberikan apresiasi terhadap para pegiat literasi dengan membentuk komunitas "Teman Baca RBC", "Teman Ngopi" dan "Kerabat RBC" (Bro/PIJARNews.ID).

Reporter: BRO

MALANG, PIJARNews.ID – Ada cara unik yang dilakukan Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute A. Malik Fadjar untuk mengapresiasi anak muda di kota Malang yang suka ngopi sambil baca buku dan diskusi. RBC mengapresiasi anak-anak muda itu dengan meluncurkan platform ‘Teman Baca’ dan ‘Teman Ngopi’. Ada pula platform ‘Kerabat RBC’ untuk komunitas yang aktif bergiat literasi di Malang.

Tiga platform tersebut dirilis, pada Rabu (23/12) di RBC, bersamaan dengan diadakannya kegiatan ‘Diskusi Akhir Tahun’. Inisiasi ini dilakukan, menurut Maharina Novia Zahro, Marketing Communication (MarComm) RBC Institute, untuk memberikan penghargaan khusus pada para pengunjung yang sangat aktif mengunjungi RBC, baik untuk baca buku di public library RBC lantai dua, atau sekadar ngopi dan diskusi di lantai satu. RBC yang terletak di Ruko Perum Permata Jingga Kota Malang ini memang terdiri dari tiga area, yaitu learning space dan cafe di lantai satu, dan perpustakaan di lantai dua.

Apresiasi ‘Teman Baca RBC’ diberikan kepada Fitratul Akbar, Usman Abdurrasyid, Hanifah Rahmawati, Sholihatul Atik Hikmawati, dan Roni Versal. Dijelaskan Maharina, kelima orang tersebut dipilih lantaran mereka sangat aktif mengunjugi perpustakaan RBC, baik untuk baca buku maupun mengerjakan tugas akademik. Atik dan Hanifah, misalnya, kerap berkunjung untuk menyelesaikan disertasi dan mengikuti perkulihan secara daring. Atau Fitra, seorang penulis muda dan mahasiswa UMM, yang sering ke RBC untuk update bacaan sebagai bahan untuk menulis di media massa.

Lain lagi dengan Roni, yang aktif ke RBC karena menurutnya koleksi buku di RBC sangatlah lengkap, dan beberapa langka. Bahkan, imbuhnya, buku yang selama ini ia cari-cari, justru tersedia di rak buku koleksi milik A. Malik Fadjar. “Kehadiran lima ‘Teman Baca RBC’ ini menjadi penyadar bagi kami, bahwasannya, tidak sedikit orang yang masih mau kembali dan menghidupi perpustakaan,” kata staf RBC Institute, Chusnus Tsuroyya atau yang akrab disapa Unun.

Nantinya, ‘Teman Baca RBC’ akan dibuka untuk umum, khususnya yang tengah berdomisili di Malang, dengan sejumlah syarat dan ketentuan. “Para teman baca itu akan mendapatkan sejumlah keuntungan, di antaranya free konsultasi menulis artikel populer dan konsultasi beasiswa luar negeri dengan para pakar di bidangnya. Ada juga free simulasi IELTS,” jelas Unun.

Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Farros Imaroh dan Lady Charunica Ivanny sebagai ‘Teman Ngopi RBC’. Dijelaskan Unun, literasi tidak melulu berkaitan dengan membaca dan menulis saja. Namun, literasi juga erat kaitannya dengan berdialog. Bagi ‘Teman Ngopi’ seperti Farros dan Lady, mungkin, gagasan-gagasan dan ide-ide cemerlang tidak lahir dari membaca dan menulis saja. Gagasan dan ide-ide cemerlang justru lahir dari tegukan kopi yang diseruput secara bersama-sama, sambil berdiskusi.

Terakhir, RBC juga mengapresiasi komunitas dan organisasi melalui platform ‘Kerabat RBC’. Penghargaan diberikan kepada Cangkir Opini dan Pimpinan Cabang Nasyi’atul ‘Aisyiyah Lowokwaru. Dua perkumpulan ini dipilih sebagai komunitas yang akan aktif menjadi partner RBC Institute. Sehingga kelak, RBC dapat dijadikan sebagai basecamp untuk menampung gagasan dan kegiatan-kegiatan mereka.

Harapannya, lanjut Unun, dengan adanya program Teman Baca, Teman Ngopi dan Kerabat RBC, para kerabat dan teman-teman tersebut, dapat menjadi pionir literasi di RBC secara khusus, dan di Malang Raya secara umum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here