Sering Terjadi Kecelakaan, Emil Minta Percepatan Perbaikan Jalan Gresik-Lamongan

0
135
Wagub
Wagub Jatim saat meninjau lokasi (Udin/PIJARNews.ID)

LAMONGAN, PIJARNews.ID – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak meminta adanya percepatan perbaikan jalan yang rusak di jalur Gresik-Lamongan, sebab telah banyak mendapat keluhkan masyarakat serta seringnya terjadi kecelakaan akibat banyaknya jalan yang berlubang.

Emil di Lamongan, Rabu (6/1) juga langsung melakukan inspeksi mendadak dengan menggunakan sepeda motor untuk melihat sejumlah titik jalan yang rusak hingga Kecamatan Pucuk, dengan didampingi Bupati Lamongan, Fadeli.

“Pakai motor itu tujuannya agar tahu titik-titik mana yang kondisinya serius, dan ternyata Pak Fadeli hafal betul titik-titiknya. Ke depan ada 6 titik yang akan ditambal oleh balai jalan nasional, sambil menunggu pengerjaan yang lebih fundamental, lebih besar yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat,” kata Emil, kepada wartawan.

Emil menjelaskan, perbaikan jalan juga akan diputuskan dengan menyiapkan desain khusus, seperti jalan yang mendekati perlintasan kereta api melalui koordinasi PT KAI.

Bupati Lamongan, Fadeli menjelaskan, perbaikan jalan sepanjang Gresik-Lamongan Gresik hingga Kecamatan Pucuk seharusnya bertahap selesai sebelum akhir Desember 2020. Namun karena curah hujan yang cukup tinggi, pengerjaan tersebut terpaksa harus ditunda hingga tidak banyak genangan air di perlintasan.

“Saya juga telah meminta percepatan penanganan dan pemeliharaan segera dituntaskan. Seharusnya bulan lalu sampai Natal sudah selesai, namun curah hujan memang cukup tinggi. Banyak genangan di perlintasan yang dilalui kendaraan jadi rusak lagi,” tutur Fadeli.

BACA JUGA :  UMM Bangun Rumah Sakit Lapangan, Ungkap Jangka Panjangnya di Jatim

Sementara itu, Kepala Bidang Keterpaduan Infrastruktur Jalan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali, Oktaviano Dewo mengakui telah membuat rencana perbaikan jalan di sepanjang Gresik, Lamongan, Babat hingga Tuban.

“Penanganan jalan ini dengan cara rekonstruksi, artinya perlintasan yang ada ini akan diganti dengan rigid pavement, sedang yang di daerah Babat-Tuban karena kondisi tanahnya lebih bagus kami akan tangani dengan tidak rigid,” katanya.

Sebelum dilakukan penanganan, dirinya meminta khususnya di km 35 hingga km 41 atau di tepi perlintasan agar mengatasi genangan air terlebih dahulu, yakni dialirkan ke saluran air sehingga tidak masuk ke perlintasan.

Dewo mengakui, penanganan jalan sepanjang Gresik-Lamongan-Babat dan Tuban tertunda karena adanya pengalihan dana akibat COVID-19. Sehingga, diperpanjang hingga tahun 2021. Selain itu, rencananya juga akan ada paket yang dikerjakan hingga tahun 2022 untuk menangani sisanya. (din/mad)