Zoom metting
Pelatihan online etno-STEM oleh Dosen Umsida. (Humas/PIJARNews.ID).

SIDOARJO, PIJARNews.ID – Pandemi covid-19 yang melanda dunia saat ini membuat lumpuh segala aspek yang ada, tak terkecuali dalam dunia pendidikan di Indonesia. Aktivitas belajar mengajar mengalami perubahan siklus yaitu dari tatap muka (luring) menjadi online (daring).

Kegiatan belajar mengajar online dilakukan secara penuh mengingat tidak ada yang berani menjamin persebaran covid-19 tidak menyentuh dunia pendidikan. Meskipun fakta di lapangan banyak kendala yang dialami oleh siswa dan guru, mulai dari ketidak stabilan jaringan internet, ketidak efektifan pembelajaran online, pemahaman guru mengenai inovasi pembelajaran online, sampai seberapa efektif siswa menerima materi dengan baik dan melakukan feedback terhadap materi yang diberikan oleh guru.

Hal tersebut menjadi perhatian bagi tim Abdimas Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Misi gerakan yang dilakukan oleh tim dosen UMSIDA adalah sebagai implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam sisi pengabdian kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan dengan memaksimalkan Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Direktorat Riset & Pengabdian Masyarakat UMSIDA.

“Program pengabdian yang dimaksud adalah pelatihan tentang inovasi pembelajaran IPA berbasis etno atau kearifan lokal Kabupaten Sidoarjo yang terintegrasi dengan sains (IPA), teknologi, teknik, dan matematika atau lebih akrab dikenal dengan etno-STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematic) bagi guru-guru IPA SMP/MTs Muhammadiyah se-Kabupaten Sidoarjo”, ungkap Budi Sartika selaku Ketua Program Abdimas Umsida.

Umsida
Zoom meeting Umsida. (Humas/PIJARNews.ID)

Sedangkan arah pelatihan etno-STEM sendiri adalah melakukan transformasi pengetahuan kepada guru-guru IPA SMP/MTs, dalam menyiapkan perangkat dan instrument pembelajaran IPA.

BACA JUGA :  Dosen UMSIDA Adakan Sekolah Literasi Digital Bersama Pelajar di Bojonegoro

“Sebagai contoh, kompetensi dasar pembelajaran yang menerapkan konsep pengukuran dengan menggunakan satuan standar (baku), maka guru bisa membantu siswa dalam memahami kompetensi dasar pembelajaran dengan pendekatan etno atau kearifan lokal yang diambil dari sumber daya alam khas sidoarjo yang dipadukan dengan analisis pendekatan STEM”, tambahnya.

Kegiatan pelatihan model etno-STEM dilakukan pada tanggal 30 Desember 2020, secara daring dan diikuti oleh 26 guru IPA jenjang SMP Muhammadiyah se Kabupaten Sidoarjo, dengan empat pemateri yang memaparkan materi secara bergantian, yaitu Dr. Septi Budi Sartika, M.Pd., Dr. Nur Efendi, M.Pd., Fitria Eka Wulandari, S.Si., M.Pd., dan Luluk Iffatur Rocmah, M.Pd.

Kegiatan pelatihan ini dimulai dengan sosialisasi model pembelajaran berbasis etno-STEM, pembagian Kompetensi Dasar IPA SMP dengan pengembangan perangkat dan instrumen pembelajaran IPA berbasis etno-STEM.

Inovasi ini ditemukan berdasarkan beberapa kajian empiris, etno-STEM sangat cocok diimplementasikan di masa pandemi covid-19. Dengan strategi pembelajaran ini, diharapkan guru mampu membantu siswa dalam menumbuhkan soft skill, mengimplementasikan, dan melestarikan kearifan lokal yang dimiliki Kabupaten Sidoarjo melalui pembelajaran IPA serta melatih keterampilan-keterampilan berpikir tingkat tinggi.

“Sehingga dari inovasi etno-STEM ini siswa mampu melestarikan budaya lokal Kabupaten Sidoarjo melalui model pembelajaran konsep IPA yang sinergi dengan perkembangan IPTEK melalui teknologi, teknik, dan matematika”, pungkas Budi Sartika. (humas_umsida/muh/mad)