ilegal logging
Petugas Perhutani saat menunjukkan sisa pohon sonokeling yang ditebang tersangka. (Sony/PIJARNews.ID)

PONOROGO, PIJARNews.ID – Polres Ponorogo melalui jajaran Satreskrim unit Polsek Sampung berhasil mengungkap tindak pidana illegal logging yang terjadi di wilayah hukumnya.

“Untuk lokasi penebangannya berada di petak 118F-1 kelas hutan TBK bagian hutan Ponorogo barat RPH Badegan BKPH Sumoroto wilayah kerja KPH Madiun, masuk Dusun Sodong, Desa Gelang kulon, Kecamatan Sampung, Ponorogo,” kata Paur Humas Polres Ponorogo, Ipda Yayun Sriwiningrum, Selasa (12/1/2021).

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan Sumardi ( 52 ) pegawai Perhutani yang sedang melakukan patroli rutin. Ketika sampai dilokasi pelapor mendapati satu buah tunggak kayu sono keling bekas pencurian dan segera melapor ke petugas. Dari hasil penyelidikan petugas mengamankan dua orang pelaku. Yakni, Mashuri (41) warga Desa Carangrejo Kecamatan Sampung dan Tukijo (58), warga Desa Gelang Kulon Kecamatan Sampung.

Dari tangan kedua pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti satu gelondong kayu sono keling ukuran panjang 120 cm x diameter 15 cm volume 0,34 m3. Dan satu gelondong lagi kayu sono keling panjang 180 cm x diameter 10 cm, volume 0,37 m3. Selain itu juga satu buah gergaji mesin (senso) merk CTAGON, warna putih orange dengan ukuran gergaji 70.

“Dengan kejadian tersebut Perhutani diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp. 21.763.000,” imbuh Ipda Yayun.

Dari hasil pemeriksaan petugas, pelaku menjual kayu kayu tersebut dengan harga Rp 10 juta. Atas perbuatan yang merugikan negara tersebut kedua pelaku dijerat dengan pasal dijerat undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

BACA JUGA :  Doni Monardo Targetkan Indonesia Terbebas dari Covid-19 saat Perayaan Hari Kemerdekaan

“Ancaman hukumannya palinh singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun, ditambah denda paling sedikit Rp500 juta dan paling banyak Rp2,5 miliar,” imbunya. (son/mad)