Kapolda Jatim Pastikan Siap Divaksin yang Pertama

0
16
Polda Jatim
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta. (Udin/PIJARNews.ID)

SURABAYA, PIJARNews.ID – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Nico Afinta mengaku siap untuk menjadi bagian yang pertama sebagai penerima vaksin Sinovac. Hal itu sebagai contoh kepada masyarakat bahwa vaksin pelawan Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 itu halal dan aman.

“Saya siap menerima vaksin COVID-19, sebagai contoh kepada masyarakat Jawa Timur bahwa vaksinasi ini aman,” kata Irjen Nico di sela silaturrahim dalam rangka sosialisasi vaksinasi dengan pengurus dan ulama Nahdlatul Ulama di kantor Pengurus Wilayah NU Jawa Timur Jalan Masjid Al Akbar Surabaya pada Rabu, 13 Januari 2021.

Irjen Nico memang satu di antara 19 tokoh di Jatim yang diusulkan dalam daftar penerima pertama vaksinasi yang akan digelar untuk tingkat provinsi pada Kamis besok, 14 Januari 2021. Selain Nico, pejabat yang akan menerima vaksin pertama di Jatim ialah Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Ketua Tim Penggerak PKK Jatim Arumi Bachsin, dan Kakesdam V/Brawijaya.

Dari unsur pimpinan rumah sakit, yakni Kabiddokes Polda Jatim, Kepala BPOM Surabaya, Dirut RSUD dr Soetomo Surabaya, dan Dirut RSAL Ramelan Surabaya. Dari unsur akademisi, antara lain, Dekan Fakultas Kedokteran Unair dan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair. Dari organisasi media ada Ketua PWI Jatim.

Dari unsur organisasi tenaga kesehatan, yaitu Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jatim, dan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jatim. Kemudian dari unsur organisasi keagamaan, yakni Ketua Pemuda Ansor Jatim, Ketua Pemuda Muhammadiyah Jatim, Ketua Pemuda Kristen Jatim, dan Ketua Pemuda Hindu Jatim.

BACA JUGA :  Kebangkitan Nasional Melawan Covid-19

Ketua NU Jatim, Marzuki Mustamar, mengatakan bahwa pihaknya siap membantu dan mendukung pemerintah dalam hal penanganan COVID-19, termasuk vaksinasi. “Saya siap mendukung sepenuhnya program pemerintah, baik PPKM maupun Vaksinasi COVID-19,” ujarnya. (din/mad)