Ponorogo
Petugas saat melaksanakan Uji KIR pada kendaraan. (Sony/PIJARNews.ID)

PONOROGO, PIJARNews.ID – Uji kir merupakan salah satu syarat penting bagi kendaraan pribadi maupun angkutan sebagai tanda layak jalan. Pasalnya, saat ini UPT Pengujian Kendaraan Bermontor (PKB) Ponorogo, masih banyak menemukan kendaraan yang tidak sesuai standar keselamatan jalan setiap harinya.

Kepala UPT PKB Muchamad Rodiatam, menjelaskan bahwa kelayakan kendaraan yang sesuai standar menjadi hal yang sangat penting, demi menjaga keselamatan pengemudi dan orang lain. Dirinya juga tak ambil pusing ketika ada kendaraan yang benar-benar tidak memenuhi syarat keamanan.

“Tidak ada toleransi, kalau tidak layak dan tidak sesuai kita kembalikan ke pemilik, jika sudah sesuai bisa di uji lagi,” tegasnya.

Seperti diketahui, setiap kendaraan yang ingin uji kir wajib mengikuti pengujian kepekatan asap, pemeriksaan bagian bawah kendaraan, pengujian lampu utama, pengujian kincup roda depan, pengujian efisiensi rem utama dan penimbangan berat kendaraan serta pengujian penunjuk kecepatan.

“Pengujian harus lulus semua. Terutama pada pengujian rem dan roda yang sebagai nyawa dan kaki kendaraan,’’ imbuh Atam, sapaan akrab Muchamad Rodiatam.

Lebih lanjut, Atam mengatakan, pihaknya memberikan kelonggaran bagi kendaraan yang tidak lulus untuk diperbaiki selama tujuh hari, apabila dalam masa itu kendaraan diuji kembali tidak akan dipungut biaya pendaftaran uji. Tetapi, jika melebihi batas waktu, pemilik kendaraan wajib untuk membayar biaya pendaftaran kembali.

BACA JUGA :  Haedar Nashir Prihatin dengan Fenomena Kerajaan Palsu

“Kalau dirata-rata setiap hari ada sekitar 1-2 persen kendaraan yang tidak lulus uji, namun biasanya pemilik kendaraan langsung memperbaiki hari itu juga, dan diuji kembali,” tandasnya. (son/mad)