Surabaya
Salah satu tenaga kesehatan sedang dilakukan pendataan oleh staf rumah sakit kendangsari merr sebelum mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19, Jum'at pagi (15/1/2021). (Rama/PJARNews.ID)

SURABABYA, PIJARNews.ID – Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kendangsari Merr menggelar Vaksinasi Covid 19 terhadap sejumlah tenaga kesehatan (Nakes), Jumat pagi (15/1/2021). Pelaksanaannya sendiri dilakukan di ruang terpisah dan steril. Tak lupa, petugas juga mengenakan pakaian medis dan alat pelindung diri lengkap (APD).

Dr Sukamto, Direktur Utama RSIA Kendangsari Merr, mengatakan, hari ini pihaknya mendapatkan kuota sebanyak 7. Sementara jumlah nakes di rumah sakit 199 orang. Bagi yang sudah menerima vaksin Sukamto berpesan, sebaiknya beristirahat 30 menit.

“Mekanisme tahapannya, kami memasukkan data lewat sisdmk. Data data sumber daya manusia kesehatan kami kirim ke dinas kesehatan. Kalau misal habis disuntik tapi tambah segar bisa dilanjutkan lagi aktivitasnya,” ujarnya.

RSIA Kendangsari Merr merupakan salah satu rumah sakit tambahan yang ditunjuk membantu proses vaksinasi Covid 19. Di Surabaya sendiri ada 9 rumah sakit yang diperuntukkan melakukan penyuntikkan vaksin.

“Kami membuka 3 hari dalam melayani suntik vaksin Covid 19,” imbuhnya.

Selain memberikan vaksin kepada nakes, pihak rumah sakit nantinya juga akan memberikan pelayanan serupa kepada masyarakat.

“Kekebalan itu belum bisa membentuk langsung begitu habis disuntik. Jadi ini perlu proses. Protokol kesehatan tetap harus dipatuhi dulu. Kira kira butuh waktu tiga bulan baru bisa tumbuh imun,” pungkasnya.

Sementara itu, Dokter Riza Kurniawan, salah satu nakes penerima vaksin covid, mengaku sempat deg degan dan takut sebelum menerima suntikan.

BACA JUGA :  Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Jilid Dua, Tiga Pilar Susur Hi Tech Mall

“Tapi namanya juga salah satu bentuk ikhtiar. Karena tidak ada alasan untuk menolak dan ini yang ditunggu tunggu oleh para nakes selama ini. Demi aspek imun dan aman,” tutur Riza.

Riza menyampaikan, pada dasarnya semua nakes paham arti vaksin dan wabah tersebut dialami oleh berbagai negara di belahan dunia. Sehingga, harus menerima vaksin.

“Vaksin bukan obat. Namun salah satu pencegahannya dalam memutus mata rantai adalah vaksinasi. Pasca vaksin harus tetap mematuhi prokkes,” tandasnya. (ram/mad)