Unair
Kapal Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) Unair yang telah diberangkatkan menuju Mamuju, Sulbar. (Foto: Didik Suhartono/Antara Foto).

SURABAYA, PIJARNews.ID – Gempa bumi yang melanda Majene pada Jum’at (15/1/2021) lalu mengakibatkan banyaknya warga yang terluka sehingga diperlukan penanganan medis. Karenanya, Fakultas Kesehatan Unair mengirim RS Terapung, Minggu (17/1/2021) pagi.

Diberangkatkannya Kapal Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) milik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya (FK Unair) dan Ikatan Alumni (IKA FK) ini merupakan sebentuk aksi kemanusiaan peduli gempa Sulbar.

Selama di Mamuju, RSTKA ini nantinya akan berfokus pada penanganan medis korban gempa dan trauma healing untuk anak-anak, serta berusaha membantu pemulihan di sektor ekonomi.

Sebelum kapal diberangkatkan menuju Mamuju, Prof. Budi Santoso, Sp OG, selaku Dekan FK Unair memberikan arahan terlebih dahulu terkait teknis pemberkatan dan beberapa hal yang perlu diperhatikan.

“Kami memiliki Unit Bencana dan RSTKA yang berangkat subuh tadi ke Sulbar. Mereka berangkat dengan 1 nahkoda, 5 anak buah kapal, 1 dokter spesialis bedah, dan tim lainnya 3 orang dengan kapal. Dan 1 orang dokter anestesi, dr. Christijogo Sumarto sebagai tim acu akan datang terlebih dahulu untuk memantau situasi di sana,” ujarnya.

Tim acu yang dipimpin oleh dr. Christijogo inilah yang nantinya akan menginstruksikan berapa banyak dokter dan tenaga medis dari FK Unair yang akan diterjunkan ke lapangan.

Hingga saat ini, penanganan korban gempa Sulbar hanya dilakukan oleh dokter-dokter dari Universitas Hassanudin (Unhas). Hingga per Sabtu (16/1/2021) terdapat 12 dokter orthopedi dan 4 dokter anastesi dari Unhas yang telah menangani 8 kasus orthopedi.

BACA JUGA :  Jika Memenuhi Syarat, Moeldoko Berpeluang Sah sebagai Ketum Partai Demokrat

Terkait tenaga medis yang akan diberangkatkan ke Mamuju, Prof. Budi mengatakan akan menanti kabar terkini dari tim acu yang akan datang terlebih dahulu ke Mamuju.

“Berapa tenaga yang dibutuhkan InsyaAllah kami siap. Tapi untuk jumlah pastinya, kami masih menanti informasi terkini dari dr. Christijogo selaku ketua tim acu, terlebih lagi kami akan mengoptimalkan jumlah tenaga medis yang ada agar sebisa mungkin meminimalisir bahaya saat pandemi,” terangnya.

Adapun aksi kemanusiaan peduli gempa Sulbar rencananya akan berlangsung hingga 2 minggu kedepan, terhitung setelah relawan tenaga medis tiba dan bisa diperpanjang sesuai situasi dan kondisi yang ada di lapangan. (fzi/mad)