Bojonegoro – Beredarnya petisi tanda tanggan dukungan untuk keberlanjutan kampus Akademi Komunitas Negeri (AKN) di Bojonegoro, sangat membantu kampus tersebut. AKN Bojonegoro merupakan salah satu cabang Politeknik Negeri Malang (Polinema). Sejak tahun 2012, Bojonegoro telah dipercaya oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia selaku penyelenggara Program Studi Di Luar Domisili (PDD) Polinema.

Memasuki Tahun 2019 kampus AKN Bojonegoro menuai kabar tidak bisa melakukan penerimaan mahasiswa baru. Terkait hal ini salah satu Mahasiswa yang sempat kami wawancarai, Arif Hakim menerangkan keberlanjutan kampus AKN Bojonegoro tergantung pada kebijakan Pemda Bojonegoro.

“Sebenernya kampus AKN Bojonegoro pada Tahun 2020 memang sudah tidak bisa berdiri, sesuai dengan angket yg dilakukan oleh DPR RI, bahwa ijazah D2 masih sulit buat cari kerja”.

Atas kendala tersebut AKN Bojonegoro menginginkan agar kampus dapat ditransformasi menjadi Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU), transformasi tersebut nantinya akan melangkah pada level strata yang lebih tinggi dengan mempuka program D3 dan D4, agar mahasiswa/i memiliki kesempatan yang sama dalam dunia kerja.

“Persoalan tersebut akhirnya AKN Bojonegoro ingin ada tranformasi menjadi Program Studi di Luar Kampus (PSDKU) Polinema, akan tetapi pendirian PSDKU harus mendapat izin dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti) dan Pemerintah Daerah (Pemda),” terang Arif Hakim.

Usaha koordinasi dengan Pemda Bojonegoro, sudah dilakukan oleh Direktur Polinema kepada Bupati Bojonegoro.

BACA JUGA :  Aksi Gempur, Kampanyekan Hari Anti Diskriminasi dan Kekerasan Terhadap Perempuan

Arif Hakim salah satu Mahasiswa AKN dan sekaligus sebagai kader Ikatan Mahasiwa Muhammadiyah (IMM) Bojonegoro menyangkan sikap Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah.

“Kemarin saya menanyakan pada Dosen di AKN Bojonegoro, katanya sudah ada semacam surat untuk ajakan koordinasi antara pihak kampus dan juga Pemda Bojonegoro (Bupati), namun saya sangat menyayangkan sikap Bupati yang katanya masih belum ada respon terkait nasip kampus kami kedepan”, pungkas Arif.(MRA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here