Mojokerto
Tiga driver Max On Jek sedang menunggu order lewat smartphone mereka. (Rama/PIJARNews.ID)

MOJOKERTO, PIJARNews.ID – Selama ini, Gojek dan Grab telah menjadi aplikasi ojek online yang sering digunakan di kota kota besar. Namun, lain halnya di Mojokerto, selain menggunakan Gojek dan Grab. Masyarakat Mojokerto juga menggunakan Max On Jek.

Pada dasarnya, Max On Jek tidak jauh berbeda dengan aplikasi ojek online pada umumnya, dengan menggunakan smartphone untuk menggunakan layanan ojek tersebut. Max On Jek sendiri didirikan pada April 2019 di Bandung, Jawa Barat.

Datuk Abdul Karim, pendiri Max On Jek, mengatakan, aplikasi Max On Jek didirikan oleh komunitas Nmax Series di Indonesia. Menurut Datuk, kehadiran Max On Jek dapat menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat Mojokerto.

“Max On Jek adalah aplikasi karya anak bangsa yang berbasis Android untuk membantu kebutuhan masyarakat Indonesia. Khususnya, masyarakat Mojokerto,” kata Datuk, Senin (18/1/2021).

Datuk menjelaskan, Max On Jek sendiri menyediakan tiga fitur di dalamnya. Max On-Ride, Max On-Send, dan Max On- Food.

“Max On-Ride adalah fitur untuk melayani transportasi yang aman dan murah. Kemudian, Max On-Food untuk mengantarkan pesanan makanan, dan Max On-Send menyediakan layanan antar berkas maupun dokumen dengan cepat dan aman,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Datuk Abdul Karim, Pangsa pasar Max On Jek telah hadir di 5 kota besar di Jawa Timur. Seperti di Surabaya, Gresik, Mojokerto, Malang dan Sidoarjo.

Datuk Abdul Karim mengaku, sempat mengalami sedikit kesulitan ketika bersaing dengan aplikasi aplikasi ojek online yang sudah terkenal di kalangan masyarakat Indonesia.

BACA JUGA :  Akibat Longsor, Akses 3 Desa di Pasean Terhalang Batu Besar

“Sebenarnya kalau dilihat dengan aplikasi ojek online yang ada saat ini, kami agak kesulitan. Namun, Alhamdulillah kami bisa menampung masyarakat yang mengalami putus mitra dari aplikasi ojek lainnya untuk bekerja kembali menjadi driver kami,” Ungkap Datuk.

Untuk pembagian keuntungan, pihaknya memberikan keuntungan yang lebih besar bagi mitranya.

“Kalau dari harga. Konsumen sampai saat ini belum ada yang mengeluh. Untuk driver, kami bagi hasil 80 dan 20 untuk aplikator,” kata Datuk.

Agar aplikasi Max On Jek lebih dikenal oleh masyarakat Mojokerto, lanjut Datuk Abdul Karim, pihaknya akan melakukan sosialisasi di berbagai sekolah dan juga di media sosial.

“Kami melakukan sosialisasi di media sosial dan berbagai sekolah di Mojokerto tentang transportasi online,” imbuhnya.

Selain memberikan harga yang menguntungkan bagi konsumen, Max On Jek memberikan keuntungan lebih bagi mitra penjual makanan di fitur Max On Food.

“Mulai pedagang kaki lima dan UMKM yang telah menjadi mitra kami. Kami tidak memberikan ppn untuk bagi hasil terhadap mitra Max On Food dan tidak menambahkan 20 persen dari harga makanan,” terangnya.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui Max On Jek, tinggal mendownload aplikasinya di Google Play Store.

Dan untuk masyarakat yang tertarik menjadi mitra Max On Jek, cukup datang di kantornya yang beralamat di jalan Gatul gang VI Nomor 8, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. (ram/mad)